Lift Rusak? Horee

Setelah sekian tahun tidak berfungsi normal, lift-lift di gedung PAU kelihatannya mulai jalan lancar. Sebenarnya saya bersyukur, lift-lift itu sempat rusak lama. Saya bisa olahraga setiap hari.

Gedung PAU delapan lantai plus basement itu berdiri awal 1990an. Kita punya tiga lift, dua di depan, dan satu lift services di belakang. Belakangan lift mulai bermasalah. Terkadang pintunya menghantam orang dengan keras. Berhenti tidak pas rata dengan lantai.  Atau macet dengan penumpang panik di dalamnya.

Akhirnya bertahun-tahun cuma satu yang bisa berfungsi. Itupun tidak sempurna. Banyak masalah. Dan ada satu dua kisah orang terkunci dalam lift, baru bisa ditolong berjam-jam kemudian.

Jadi saya takut menggunakan lift. Bertahun-tahun saya naik-turun tangga untuk ke lantai 4. Saking terbiasanya, saya tidak pernah lagi mengeluh. Otomatis, dan tidak terpikir, tahu-tahu sudah sampai.

Sampai beberapa minggu ini saya lihat pertugas bekerja keras mengganti lift dengan lift baru. Sekarang dua lift di depan sudah berjalan mulus. Dan lift services di belakang segera menyusul.

Tapi saya bertekad tidak akan sering menggunakannya. Hanya kalau mengantar orang atau bawa barang. Supaya saya tetap sehat menggunakan tangga. Lift itu untuk menolong saudara kita yang berkebutuhan khusus.

In fact, kita harus menghindari lift-lift dalam banyak hal, dalam banyak aspek kehidupan. Maksud saya, dalam hidup ini ada banyak jalan pintas. Tinggal penjet tombol, tinggal bayar, tinggal nyontek, anda bisa mencapai status yang tinggi. Persis seperti lift.

Ini membuat anda dianggap mencapai suatu status, tapi diri anda sebenarnya belum mencapainya. Ini membuat anda juara tanpa memiliki keistimewaan. Anda menang tanpa memiliki kejagoan.

Jadi kalau lift dalam kehidupan rusak, bersyukurlah. Jalan pintas tertutup, berterimakasihlah. Cari tangga. Tapaki anak tangga. Satu persatu. Selangkah demi selangkah.


  1. Ini salah satu menariknya teknologi, seperti penggunaan baju renang yang dirancang untuk menghindari seminim mungkin gesekan dengan air. apakah ini menyalahi spirit olimpiade? dan pertanyaannya kemudian, jika satu negara bisa lebih maju dengan infrastruktur tertentu, bagaimana dengan negara lain: haruskah ia mengejar dengan pola sama, perlahan saja asalkan bermakna?

  2. zuid

    teringat waktu di labtek VIII dulu, lift gak jalan dalam jangka waktu sangat-sangat lama …
    lama-lama biasa juga …

  3. kelima jari tangan dedi saya pernah patah dulu gara-gara dia menyelipkan tangannya kepada pintu lift yang sedang tertutup.

    Tapi lift yang bapak sebutkan, pintunya bisa menghantam orang? Wah, mengerikan😀




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: