Ironi Miyabi

Gara-gara diprotes sana sini, Miyabi malah jadi terkenal. Orang pun jadi aware dengan pornografi. Ini sebenarnya ironis.

Gara-gara nama Miyabi muncul di Detik.com, Twitter, Google, dan mass media Indonesia, saya jadi ingin tahu. Orang ini siapa. Kemudian search di google image. Muncul gambar-gambar nya. Wah ini ternyata artis cantik Jepang, bintang film pornografi.

Saya rasa banyak orang seperti saya. Tadinya tidak aware dengan kedatangan Miyabi. Bahkan tidak begitu tahu siapa dia. Tapi setelah dibuat heboh karena pro kontra kedatangan Miyabi untuk membintangi film komedi di Indonesia, banyak orang jadi tahu. Dan banyak orang jadi diperkenalkan dengan karya pornografi Miyabi.

Ini memang ironis. Salah satu keburukan pornografi itu adalah hilangnya personalitas. Orang yang ditampilkan dalam pornografi biasanya tidak penting. Karena yang penting adalah audiovisual tindakan pornografi. Jadi orang sebenarnya tidak mengenal dan tidak peduli itu siapa. Seksualitas dalam pornografi kehilangan makna relasi personal yang saling menghargai. Orang dalam pornografi pada dasarnya tidak eksis. Itu dunia lain, dunia khayal, di luar realitas kehidupan sehari-hari.

Dengan memberikan personalisasi pada pornografi, seperti fokus pada Miyabi, pornografi masuk ke dalam ruang publik mainstream. Pornografi menjadi nyata. Individunya menjadi nyata. Masuk dalam common consciousness.

Ironi lain adalah kehebohan Miyabi ini malah memperkenalkan pornografi pada masyarakat.

Tadi pagi ibu saya nonton berita di TV. Ada berita tentang demo ormas menentang Miyabi. Ibu saya tiba-tiba nyeletuk, “Kok tahu Miyabi itu siapa? Berarti dia nonton tuh…”

Sesuatu yang kita hendak hindari secara eksplisit, unknowing, berubah menjadi menyambut, knowing.

Ini sama dengan saat saya membaca isi RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi. Hal-hal tindakan seksual yang aneh-aneh yang tidak kita tahu malah jadi tahu. Detail lagi. Memang di belakangnya ada ancaman hukuman. Tapi di depannya ditulis tindakan-tindakan yang membuat kita risih.

Saya tahu hal-hal kontroversial seperti ini cukup pelik. Dan saya tidak juga berpretensi untuk tahu persis kita harus bagaimana.

Yang pasti, pornografi itu sudah diketahui oleh para ahli sebagai candu yang berakibat buruk bagi kesehatan mental manusia. Ini bukan melanggar agama saja. Dengan ilmu pengetahuan modern pun sudah dinyatakan bahaya dan pengaruh buruk pornografi bagi kesehatan jiwa.

Sedangkan soal kedatangan Miyabi untuk shooting film komedi? Saya tidak punya urusan dan kepentingan. Lihat saja undang-undang negara ini bagaimana. Pada dasarnya semua boleh datang ke Indonesia sepanjang tidak dilarang undang-undang.

Soal demo-demo?  Menurut saya itu kontra produktif. Jauh lebih efektif melakukan langkah hukum, supaya bisa mengurangi eksposure terhadap sosok Miyabi di ruang publik.


  1. ina

    iyo Pa,, perfilm’an Indonesia selalu ga lepas ri hal tu!! pengen d sebut maju but ga tw arti maju…pengen x nyari sensasi n money doank…!!! wkwkwkwkwk

  2. kasihan calon sutradara itu (belum terbukti bisa bikin film bermutu, belum layak disebut sutradara).

    bekerja keras, mengerahkan segenap daya pikir dan kreativitas, mengeluarkan biaya besar, mempertaruhkan nama baik,… semua itu … untuk membuat ‘monumen dosa’ bagi dirinya!

    Sungguh amat sangat kasihan makna hidupnya….

    * kalau untuk dirinya sendiri, mungkin tak pantas saya memberi penilaian. Tapi kalau untuk ditawarkan ke publik, saya merasa pantas menghakimi. calon sutradara sialan! (saya terganggu dengan ulahmu itu, melalui berita-berita sampah sialan!)

  3. Dalam hal ini saya mengambil sikap netral. Tapi kalo dipikir-pikir juga, kenapa mesti si Miyabi yah yang didatangkan. Sudahlah pasti mahal biayanya, dan menimbulkan pro kontra, dan film nya sendiri belum tentu film berkualitas (apabila becermin dengan tema-tema film indonesia yang kebanyakan seperti sinetron dan horor).

  4. tedy

    kalau mau jujur sech …. yang pada nggak setuju Miyabi datang ke negara ini …. mereka yang nggak setuju juga pernah kan melihat film porno……. jadi mereka punya standard ganda….. aku boleh lihat film porno …kalian jangan lihat……wek…wekk…..

    sepanjang Miyabi tidak melanggar Pidana di negara ini ,…..kenapa tidak boleh….. soal moral,,,,,, ???? apa itu moral ….lha yang penguasa aja tidak punya standard moral bagus ….




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: