Unknowing

Don’t ask, don’t tell. Itu jalan keluar yang diambil Presiden Clinton saat ia diperhadapkan pada larangan orang gay (homoseks) untuk menjadi tentara. Tidak perlu tahu.

Ceritanya, tentara AS sedang bingung. Ternyata ada gay yang masuk jadi tentara. Gimana dong? Kan ada larangan itu. Tapi orang gay bilang, mereka sebagai warga negara berhak membela negara. Masalah ini diatasi Clinton dengan melarang komandan bertanya tentang orientasi seksual tentara, dan melarang tentara untuk mengumumkan orientasi seksualnya. Don’t ask don’t tell. Sekarang isu ini jadi ramai lagi karena Presiden Obama hendak meninjau ulang policy itu.

Terlepas dari kontroversi ini, apakah kita harus tahu segala sesuatu tentang orang lain?

Tentu kalau perbuatan kriminal, phedophile, korupsi, KDRT, sexual abuse, drug abuse, dan kejahatan rahasia lainnya harus selalu diwaspadai. Bukan saja dihindari, tapi harus dilaporkan pada pihak yang berwajib. Tapi ada kesalahan yang lebih bersifat aib, memalukan. Kita sering dengan desas desus, si A gini, si B gitu. Aib nya ini, aib nya itu. Keluarganya begini. Keluarganya begitu.

Terus terang saya pernah beberapa kali terpengaruh. Ada misalnya orang yang sebenarnya baik pada saya. Tapi suatu hari saya dengar cerita aib tentangnya. Sikap saya jadi berubah. Rasa hormat saya sempat hilang. Padahal selama ini tidak satupun tindakan orang itu pada saya yang pantas saya keluhkan. Sampai saya menyadari, betapa saya keliru. Belum tentu cerita aib itu benar, persis seperti yang saya dengar. Kalaupun ya, apa urusan saya? Lagipula apa kita tidak punya aib juga?  Siapa yang tidak punya aib silahkan merajam duluan…

Orang selalu berusaha menjadi baik. Tapi namanya manusia, tidak selalu ia bisa. Ada waktunya dia gagal dan berbuat kesalahan. Dan selalu ada sisi kelemahan dari seseorang, yang merupakan pergumulannya setiap hari untuk ia atasi.

Saya bisa kembali menghormati kenalan saya itu, sebagaimana perlakuannya yang penuh hormat pada saya dan orang lain.

Jadi saya merasa ada baiknya kita tidak tahu aib orang. Tidak ada baiknya berusaha tahu kekurangan orang. Dan adalah mulia untuk tidak meluaskan aib orang. Kita perlu memperlakukan orang berdasarkan face value, apa yang kita rasakan langsung. Bukan apa kata orang.

Terkadang unknowing itu lebih baik.


  1. Can’t agree more, Sir.

    Tetapi bagaimana jika dalam suatu kasus, orang tersebut adalah seorang aktor yang pandai bermain sebagai orang baik?

    Apakah kita akan menutup mata karena kita menganggap bahwa orang tersebut sudah bersikap baik kepada kita?

    Just my 2 cents.

    • azrl

      @operaTor: tentu terserah masing-masing. Karena semua mengandung keuntungan dan kerugian. Saya sendiri berusaha menggunakan face value seseorang, artinya ambil apa adanya, apa yang terlihat langsung, tanpa capek menebak-nebak intensi nya. Salam saya

  2. salam kenal..blog yg aktif

  3. Let the secrets be unknown …

  4. anggie carolin

    setuju, Pak…
    mudah2an dgn face value yg kita terapkan, orang lain mempunyai kesempatan utk dpt berubah dgn nilai2 positif kita perlihatkan dan dia rasakan. Itulah fungsi kita sbg ‘garam’ dan ‘terang’.
    Thanks, Pak utk pencerahan2nya.

  5. dalam Islam, ada hadits yang kira-kira bunyinya begini : “Barang siapa menutupi aib orang lain, maka yang di langit akan menutupi aib dirinya.”

    Kita memang harus menutupi aib orang lain (aib adalah hal yang membuat malu. ini berbeda dengan kejahatan.). Jadi kita menutupi aib, tapi harus membuka kejahatan (dengan cara yang baik).

    Saya sering kasihan dengan presenter gossip di TV, maupun acara-acara ‘realita (palsu)’ yang membuka aib orang. Kasihan, nanti yang di langit bisa-bisa membuka aib para pekerja infotainment itu. hiii…

  6. Memang sulit untuk menghargai seseorang dengan “face value” nya apabila kita sudah mengetahui aibnya.

    Tapi, terkadang perlu juga kita mengetahui aib orang lain, bukan untuk merendahkan mereka, melainkan untuk waspada dengan kelemahan orang itu yang bisa saja menimbulkan kerugian bagi kita.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: