I quit … :-)

Meskipun kita harus tabah dan penuh perjuangan, kita juga perlu tahu kapan harus menyerah. Berhenti. Quit.

Seringkali kita memacu diri kita. Tidak gampang menyerah. Selalu berjuang.

Sikap ini baik, dan bisa membawa kita sangat jauh.  Keberhasilan menanti bagi mereka yang berjuang.

Tetapi dalam hidup ini, ada unsur kreativitas. Ada unsur penciptaan. Ada unsur mencari jalan keluar. Nah kalau kita terus berjuang dan berjuang membuta dengan segala macam usaha, besar kemungkinan ide kreatif itu tidak mau muncul.

Dalam menghadapi pekerjaan, saya sering membutuhkan ide baru. Berhari-hari saya memikirkannya, tidak ketemu. Dan ini bisa bikin stress. Terbayang akibatnya kalau saya tidak bisa memecahkannya. Dan saya tambah takut. Dan ide kreatif tetap tidak keluar. Malah pikiran makin buntu. Kita merasa down, karena kita menghakimi diri sendiri sebagai orang yang tidak becus. Akhirnya kita tidak happy.

Saya belajar untuk membiarkannya. Menyerah. Rileks. Quit. Dan ternyata saat kita tidur malam, saat kita rileks, otak kreatif kita bekerja di bawah sadar. Paginya kita menemukan ide terbaik. Ide kreatif. Dan hati kita kembali gembira.

Memang tidak selalu mudah. Apalagi begitu banyak tuntutan pada kita. Begitu banyak peran. Begitu banyak komitmen. Mulai yang nyata, legal, berkontrak, sampai pada yang imajinari, cuma kita bayangkan. Dan semua ini lengkap dengan ancaman untuk menghakimi kita. Menghukum kita. Mempermalukan kita. Menjelekkan kita. Kalau kita tidak penuhi semua tuntutan itu, kita bakal dianggap jelek, unworthy.

Saya belajar untuk meneliti semua itu, apakah komitmen itu nyata atau imajinasi saja. Kalau nyata, saya perlu belajar meningkatkan know-how saya dalam menghadapi masalah-masalah seperti itu. Mungkin saya belum berhasil karena skill dan pengetahuan saya belum cukup.

Kalau imajiner, I quit.. 🙂


  1. “Saya belajar untuk membiarkannya. Menyerah. Rileks. Quit.”

    Quit itu sama dengan give up Pak ??

  2. Quit being stuck. so move forward.

  3. sudah 2 minggu ngga buka reader, ada 29 entri dari pak armein haha. Hmm.. saya setuju pak. Memang banyak yang memegang semangat dilarang menyerah atau mundur. Tapi konsep itu pun perlu disertai dengan kebijaksanaan. Ada saatnya juga kita perlu rileks/quit ini.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: