Successful Learning

Apa tujuan kita belajar? Bagaimana memastikan keberhasilan belajar?

Saya jarang memikirkan hal ini karena saya menganggap ini sudah jelas. Tidak penting dipersoalkan, dan tidak menarik.

Tetapi waktu saya berada di Papua dan pedalaman Sumba Timur, saya tercenung juga. Apa tujuan kita ke sana? Apa maksudnya kita berusaha mengembangkan pendidikan di sana?  Supaya mereka jadi apa?

Saya termasuk yang percaya bahwa anak Bandung dan anak Papua memiliki kemampuan sama. terutama dari segi “hardware,” yaitu otak. Kita ini satu spesies, homo sapiens. Secara genetika, kapasitas otak kita sama saja.

Jadi tidak ada masalah. Yang penting kita sabar, memberikan stimulus pendidikan yang sesuai, maka seluruh anak Inonesia di mana saja akan jadi pintar.

Akan tetapi, apa yang harus kita ajarkan?  Apakah anak Papua harus diajarkan materi yang sama dengan anak Bandung? Bukankah realitas hidup anak-anak ini berbeda?

Di satu pihak, kita bisa mengajarkan budaya Papua kepada anak Papua, misalnya. Sehingga ia menjadi orang Papua sejati, maksimal, dan terhormat. Tetapi apa jadinya kalau kita tidak mengajarkannya budaya asing? Teknologi? Dalam jangka panjang eknomi Papua bisa kalah bersaing secara global, dan berakibat buruk juga bagi masa depan orang Papua.

Nah ini yang tidak mudah bagi saya untuk menjawab. Karena balik kepada apa tujuan kita dengan pendidikan itu.

Saya pikir saat ini bahwa kita mendidik seorang anak Indonesia dengan maksud dia bisa tumbuh untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, berkontribusi menghasilkan nilai dan guna untuk orang lain, serta membangun kehidupan yang bermakna bagi dirinya dan orang lain.

Untuk itu ada empat realitas yang dia hadapi: realitas komunitasnya, realitas nasional, realitas dunia, dan realitas pribadi. Maka ia harus tumbuh terhormat dan berkontribusi pada keempat realitas ini. Ia harus terhormat dalam pergaulan di komunitasnya, di sesama bangsa Indonesia, di dunia, dan di dalam hidup pribadi nya. Dan ini dilakukan dengan seimbang.

Jadi saya pikir, pada akhirnya kita harus bertanya pada diri sendiri. Apakah kita sudah berhasil dalam belajar? Artinya membentuk diri kita sehingga mampu berkarya dan berkontribusi secara terhormat bagi komunitas kita, bangsa kita, dunia keseluruhan, dan dalam kehidupan pribadi. Kita harus belajar untuk menghasikkan sesuatu yang bernilai bagi keempat realitas yang kita hadapi itu. Kita harus belajar agar, melalui karya kita, keempat realitas itu menjadi lebih baik.

Dan hal yang sama perlu menjadi arahan kita dalam membangun pendidikan di pelosok-pelosok Indonesia. Program, kurikulum, dan fasilitas yang kita berikan itu adalah dalam rangka memampukannya untuk berkarya di keempat realitas hidupnya berdasarkkan talentanya.

Successful learning diukur dari kemampuan kita berkarya.

Advertisements

  1. “Successful learning diukur dari kemampuan kita berkarya”
    Setuju. Tentu saja berkarya di bidang yang kita pelajari dan kita kuasai ya…




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: