Minggu Kemarin

Minggu kemarin, 27 September adalah hari istimewa untuk kami. Gladys merayakan ulang tahunnya. Dan kami merayakan keluarga kami.

September itu selalu saya dan Ina nantikan. Dua puluh tahun lalu, pertama kali kami merasakan berkat yang luar biasa dalam keluarga kami. Lahirnya Gladys, putri sulung kami. Saat itu, tengah malam jam 12 Ina yang sedang hamil besar membangunkan saya. Dan saya mencari taksi untuk membawa Ina ke RS Borromeus, bagian bersalin. Dan jam 8 pagi, 27 September, terjadi keajaiban itu. Keluarga kami menjadi lengkap dengan suara tangisan bayi Gladys yang sangat merdu.

Tidak bisa saya ucapkan perasaan kami. Terlalu ajaib. Sampai sekarang. We have a child of our own. Setiap bayi sulung lahir, ada dua orang terlahir kembali: ayah dan ibunya. Kepribadian Ina dan saya berubah, dengan hadirnya Gladys. We were new persons, with a new sense of purpose, new future, new dreams, new commitments, and new excitement in life.

Jadi seminggu sebelum 27 September, Ina dan saya secara otomatis mulai menyiapkan suasana hati kami, mau merayakan Gladys. Kami tiap hari membicarakannya, sambil mencari kado. Kami memikirkan acara apa. Mau beli tart apa. Tapi sebenarnya semua itu cuma tambahan, karena tanggal 27 September itu selalu hari besar, yang kami observasi, rayakan, dalam hati kami.

Pagi-pagi kami bangun lebih awal dari biasanya, dan berdoa bersama. Mendoakan Gladys, kesehataannya, studinya, kebahagiaannya, impiannya, dan masa depannya. Kemudian kami buka kado satu per satu. Semua sederhana tidak mewah, tapi Gladys senyum senang.

Kebetulan 27 September malam, saya harus terbang ke Jayapura. Tugas menyiapkan rural digital learning. Setelah dari gereja, kami akan makan siang bersama, kemudian saya akan di drop di Jln Pasteur untuk naik travel pergi ke bandara. Jadi kami pergi bersama berenam dalam satu mobil kecil, berdesakan, dengan koper saya di bagasi.

Gladys pilih makan siang di dekat Cihampelas. Kami ke sana, tapi sayang masih belum buka. Terlalu pagi. Tidak apa-apa. Gladys pilih tempat lain. Kami ke pojokan Jln Imam Bonjol, Green Cafe. Sudah buka, jadi kami bisa duduk-duduk santai di teras depan, di bawah pohon. Ngobrol santai, sambil foto-foto, dan menghabiskan makanan masing-masing.

Saya tidak terlalu banyak bicara, karena overwhelmed dengan berkat Tuhan ini. Apa yang sudah terjadi dengan keluarga kami. Apa yang sudah kami lewati. Dan siang itu kami, yang sudah berenam, duduk bersama dengan gembira, sehat, dan sukacita. Tidak ada yang bisa mengalahkan itu. Ini seperti mimpi.

Dari situ, kami ke kampus ITB, mendrop Gladys untuk mengikuti acara dengan teman-temannya di CC Timur. Saya, Marco dan Kezia ke kantor PPTIK. Ada laporan yang harus di ambil untuk Gubernur Papua. Kezia perlu ambil penggaris yang ketinggalan. Saya ingat, ada gantungan kunci dari pemberian dari Malaysia yang ingin saya berikan untuk Andria. Kami ambil semua dan turun ke tempat parkir. Ina dan Andria menunggu di sana. Di kampus ini, Gladys, dan juga Kezia, sedang berjuang mengejar impiannya.

Kami kemudian meluncur ke Rotiku, samping pompa bensin Pasteur. Sambil menunggu bus Cipaganti ke bandara, kami pesan es kelapa muda. Jam dua siang, bus datang, dan saya naik. Ina, Kezia, Andria dan Marco pulang ke rumah. Perjalanan ke Bandara sangat lancar. Saya tiba dan check in 4:30 untuk penerbangan jam 9 malam. Tiba di Papua jam 8 pagi.

Papua itu memang indah. Lautnya, teluknya, danaunya, gunungnya. Juga orang-orangnya. Papua adalah tanah yang diberkati.

Selama dua hari saya sangat sibuk, dari Universitas Cendrawasih sampai masuk desa dan daerah transmigrasi di Arso, Keerom. Saya bertemu dosen-dosen, mahasiswa, sampai guru dan siswa sekolah dasar di Jayapura dan Arso. Saya juga bertemu Gubernur, Bupati, Dirjen. Banyak sekali yang kami harus lakukan di sana, dan di seluruh pelosok Indonesia. Dan kita berjuang hari ini supaya anak-anak kita di Papua itu, dan di mana saja di seluruh Indonesia, bisa mencapai impian mereka. Seperti Gladys.

Selamat ulang tahun Gladys. Saya merayakannya di Papua…


  1. Selamat ulang tahun untuk dia ya🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: