Trusting Them

Kita perlu menghargai dan menghormati kemampuan orang lain dalam menjalankan hidupnya.

Kadang-kadang Ina dan saya gelisah. Sudah jam 9 malam dan anak kami belum pulang. Kami coba telepon atau sms, tapi tidak diangkat dan tidak ada jawaban. Kami berdua menjadi gelisah, dengan cara kami masing-masing. Sampai kemudian pintu gerbang berbunyi tanda mereka sudah datang.

Kita perlu berusaha keras untuk tidak kuatir. Perlu menghargai kemampuan orang untuk menjaga dirinya, untuk menjalankan hidupnya. Memang tidak mudah. Apalagi menyangkut anak-anak yang kita sayangi. Kita takut mereka salah jalan. Tapi kita toh tidak bisa terus memperlakukan mereka seperti anak kecil. Yang tidak tahu mana yang baik untuk mereka.

Dalam banyak hal juga hal seperti ini, kemampuan kita untuk mempercayai orang lain, diuji. Hari ini Presiden Obama, misalnya, akan berpidato bagi anak-anak sekolah. Suatu peristiwa yang sebenarnya rutin dan baik ini ternyata menimbulkan kontroversi. Beberapa orang tua dan lawan politik Obama menuduh Obama hendak menyebarluaskan paham sosialisme pada anak-anak. Ini memang mengherankan. Tapi pada dasarnya, orang tua ini tidak percaya pda kemampuan anak-anak mereka untuk memutuskan mana yang baik untuk mereka.

Dalam bentuk lain, kita perlu juga mempercayai kemampuan adik-adik kita dalam menjalankan tugas dalam suatu organisasi. Di kampus misalnya. Mengapa ITB tidak memilih rektor usia muda, katakanlah berumur 40an. Atau dekan berumur 30an. Termasuk perangkat-perangkat pembantunya. Presiden Obama saja baru berumur 47 thn. Clinton juga seperti itu. Jadi ini soal trust juga.

Pemimpin agama juga sering gagal mempercayai kemampuan umatnya untuk memilih mana yang baik. Jadi mereka melindungi umat secara berlebihan. Di sterilkan. Di lindungi dari berbagai macam ajaran yang dianggap sesat. Maksudnya baik. Tetapi kerugian terbesar adalah umat menjadi steril dan tidak punya daya tahan antibodi. Tidak punya daya tahan dan daya tangkal sendiri. Harus terus dilindungi oleh pemimpinnya.

Itu adalah contoh-contoh betapa kita perlu mempercayai orang yang kita sayangi. Kita ikhlaskan mereka menghadapi tantangan hidup. Kita ijinkan mereka mengalami seragan-serangan masalah, dan bahkan kegagalan. Dan itu akan membuat mereka tumbuh kuat. Dikokohkan oleh kepercayaan kita.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: