Kelam

Jalan hidup tidak selalu benderang. Tetapi tidak berarti kita harus berjalan sendiri.

Ada saat-saat masalah kita begitu besar. Kita mencoba mencari jalan keluar tidak ketemu. Kita mengalami kegelapan. Jalan buntu.

Kita harus menenangkan diri kita. Menyerahkan kekuatiran kita padaNya. Meminta jalan keluar dariNya.

Dan saat kekelaman berubah menjadi kegelapan, jangan sedih. Pandanglah ke langit. Perlahan berkilau seribu bintang. Berkedip-kedip indah. Khusus untukmu. Tanda dari seribu malaikat, bahwa Ia tidak pernah melupakanmu.

Terkadang langit harus cukup gelap untuk kita mampu melihat bintang-bintang itu. Selama ini ada di sana, tapi benderangnya langit membuat kita tidak bisa melihatnya.

Terkadang beban hidup harus cukup berat untuk kita mampu menyadari kehadiranNya. Selama ini ada di sini, tapi hiruk pikuk kesenangan hidup membuat kita tidak bisa menyadarinya…

Advertisements

  1. kata orang: the darkest hour is just before the dawn …

  2. bengawansolo

    kelam, gelap, dan mengerti ada semburat cahaya dalamnya.
    menurut saya: an eulogy for hopelessness.

    @ Oemar Bakrie: sudah hampir 17 hari berturut-turut saya merasakan darkest hour sembari memakan hidangan seadanya.
    Benar sepertinya, bahwa itulah the darkest hour.

  3. Ya, benderangnya Bandung dan Lembang juga mengganggu pengamatan bintang di Boscha…

    Sesekali kelam dan gelap, tentu ada hikmahnya…

    Nice posting…




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: