Terjerumus di lembah kesuksesan…

Saat saya meminta mahasiswa wali saya untuk terjerumus ke dalam lembah kesuksesan, mereka semua tersenyum. Karena pada umumnya orang terjerumus di lembah duka, lembah kegagalan. Padahal kita diciptakan untuk sukses.

Ada nasehat bahwa kita tidak boleh berhenti mencoba. Kita sudah tahu nasehat ini. Tetapi mengapa tidak selalu kita jalankan nasehat ini?

Mengapa kita terus mencoba dan mencoba? Pada umumnya kalau orang ditanya itu akan menjawab: supaya kita semakin baik. Dan pendapat ini menimbulkan masalah. Karena ada saat setelah mencoba kita gagal. Karena kita tidak semakin baik, kita jadi tawar hati, merasa keliru, kemudian berhenti mencoba.

Nah ini yang saya bilang terjerumus di lembah kegagalan. Saat gagal, ia berhenti, dan tidak mau mencoba lagi.

Seharusnya, setiap percobaan kita lakukan supaya kita makin pintar. Bukan makin baik, tapi makin pandai. Dengan demikian kegagalan itu hanya akan benar-benar gagal kalau kita tidak belajar apa-apa dari situ dan berhenti, kapok.

Orang banyak takut dipermalukan, sehingga tidak mencoba. Saya pernah bilang pada teman saya, malu-malu rugi. Masih lebih baik malu-maluin ketimbang malu-malu. Karena dari malu-maluin itu kita tambah pandai. Dari malu-malu, kita tidak dapat apa-apa.

Nah, kalau kita tidak lagi takut gagal, maka kita tidak berhenti mencoba. Bahkan kalau kita sukses pun kita ulang lagi, agar sukses itu terjadi berkali-kali. Kalau terjadi kegagalan, kita segera memperbaikinya, hingga sukses bisa diulang. Itu namanya terjerumus dalam lembah kesuksesan.

Sebagai contoh, Federer, Rossi, Beckham itu adalah orang yang terjerumus dalam lembah sukses. Demikian juga Bill gates, Steve Jobs. Karya mereka berulang kali berhasil.

Jadi saya kira kita harus membiasakan diri untuk sukses. Mengulang-ulangya. Sehingga menjadi habit. Anda harus mencintai proses pengulangan, proses mencoba.

Kata Schweitzer, sukses itu bukan kunci dari kebahagiaan. Kebahagiaanlah kunci sukses. Karena kalau kita mencintai apa lang kita lakukan, maka sukses akan datang.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: