Ted Kennedy

Edward Kennedy, sering dipanggil Ted, adalah contoh orang yang berhasil dalam kegagalan. Orang yang impiannya gagal, tetapi tidak pernah hancur. Akhirnya ia berhasil, yaitu menjadi dirinya sendiri. Legislator terbesar di Amerika.

Tadi malam saya melihat eulogy Obama di depan peti jenazah Ted. Ini penghormatan luar biasa, karena semua mantan presiden hadir. Kemudian saat mobil jenazah melewati jalan-jalan, begitu banyak orang berdiri di pinggir jalan, meneteskan airmata memberikan penghormatan kepada Ted.

Semua yang mengetahui jalan hidup Ted, tahu betapa banyak kegagalan dan kesalahan  dalam hidupnya. Mulai dari skandal, peristiwa kecelakaan yang berakibat kematian, sampai pada berbagai tindakan hidupnya yang sembarangan.

Suatu hari saat ia menjadi mahasiswa di Harvard, ia nekad meminta sesorang temannya untuk menjadi joki ujian bahasa Spanyol. Ia tahu ujian ini sangat penting, tapi ia tidak mampu. Maka jalan keluarnya adalah joki. Celakanya perjokian ini tertangkap tangan. Dan keduanya dikeluarkan dari Harvard.

Impiannya untuk menjadi presiden Amerika hancur berantakan. Ia tidak dipercaya. Ia tidak didukung. Semua dosa-dosanya diungkit orang, sehingga dia tidak akan bisa menjadi presiden.

Sebenarnya sejak kecil ia merasa bermasalah. Kakak-kakaknya yang sangat diharapkan untuk menjadi pemimpin. Sebagai anak laki-laki terbungsu, dia yang paling tidak dianggap. Paling dipandang tidak mampu.

Tetapi dalam pidato menerima kegagalannya sebagai calon presiden 12 Agustus 1980, ia mengeras. Ia mengucapkan pernyataan yang bergaung sampai hari ini: mimpinya tidak pernah akan dihancurkan. Dia bisa hancur, tapi mimpinya tidak, “… the dream shall never die!”

Lalu setelah itu ia kembali setiap hari ke kongres dan senat (legislatif), menyusun undang-undang. Tidak pernah absen. Setiap hari ia bekerja membuat bangsanya lebih baik, dengan menyusun berbagai peraturan yang adil. Ia bekerja keras memperbaiki yang salah menjadi benar. Demikian besarnya pengaruhnya, sampai ia dijuluki Lion of Senate, singa di sidang senat. The greatest legislator of our time, kata Obama.

Sampai ia menghembuskan nafas terakhir beberapa hari lalu, ia masih anggota senat.

Ia gagal mencapai mimpinya menjadi presiden. Dan itu semua akibat kesalahannya, kelakuannya. Tapi ia kemudian menebusnya dengan ikut menulis/menggolkan lebih dari 1000 undang-undang, di mana 300an di antaranya adalah inisiatif Ted sendiri. Sehingga perannya jauh lebih besar dari begitu banyak orang, begitu banyak presiden, termasuk kakak-kakaknya.

You see. Kesalahan dan perilaku kita yang negatif selalu berakibat buruk. Itu akan menghalangi kita mencapai cita-cita. Tapi itu bukan akhir dari kita.

Kehancuran kita bisa terjadi, tapi impian dan harapan tidak. Ada harapan baru dan impian baru yang sama besarnya, bahkan lebih besar, tersedia untuk kita yang hancur oleh kesalahan dan kegagalan tapi bersedia bangkit.


  1. thx, jadi tau knapa disebut senator terbesar…




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: