Murah

Bandung itu menawarkan segala macam produk. Mau yang mahal ada, mau yang murah ada. Kuncinya kita harus pergi ke tempat yang pas, untuk mendapatkan produk yang bagusdengan harga terjangkau. Lebih fun lagi kalau usaha mencari barang bagus harga murah ini digabung dengan spirit jalan-jalan.

Kami sedang sukacita, karena Janti, adik saya berkunjung dari Manado dan nginap di rumah. Kebetulan dia punya tugas di RS Hasan Sadikin selama dua minggu. Sibuk sekali. Tapi weekend ini dia punya waktu untuk melawat kami. Jadi seharian Sabtu kita menjelajahi Bandung. Sekaligus membereskan beberapa urusan dan keperluan. Jadi kami pergi terutama ke tempat-tempat yang unik Bandung. Unik, maksudnya barang bagus harga murah itu hehe.

Kami berangkat ke Banceuy. Jalan ABC. Di situ Ina perlu menukar benang untuk merajut. Saya mencari tukang jam untuk membetulkan jam saya. Kalau sudah berurusan dengan kios-kios di jalan ABC saya suka jarang nawar. Bayar saja, karena di situ banyak orang ahli dengan tarif murah. Dia happy, saya apalagi.

Karena susah parkir, kita parkir di toko elektronik Login, di Jalan ABC itu. Setelah urusan selesai, sebelum ke mobil kami survey dulu isi toko Login ini. Menarik lho. Banyak barang-barang konsumen elektronik yang dipamerkan di situ. Ada komputer, ada piano. Entah mengapa, setiap masuk toko seperti itu, mata saya selalu bersinar.

Tapi ada rahasia. Beberapa waktu lalu kami butuh TV. Kami ke situ untuk survey produk dan tahu harga. Setelah itu kami turun ke toko-toko biasa dan menawar barang yang sama di sana. Karena sudah tahu harga, biasanya kami bisa dapat produk yang sama dengan harga lebih murah, hehe.

Siangnya kami pergi ke outlet-oulet di Jalan Riau. Parkir di Kantor Pos Banda, kami menjelajahi toko-toko sekitar situ. Cuma lucunya meskipun katanya perempuan yang suka belanja, ujungnya cuma saya yang membawa pulang belanjaan, hehe. Soalnya di situ murah-murah, dan kapan lagi saya sempat beli.

Sebenarnya kalau mau murah sekali, kita bisa pergi ke outlet sisa ekspor. Tapi biasanya sisa ekspor ya itu, sisa. Dan ukurannya ukuran bule-bule, kegedean. Atau malah ke department store kayak Carefour, Hypermart, atau Giant. Murah juga. Tapi belanja baju di situ terasa tidak special, terlalu massal. Jadi saya pikir yang terbaik itu ke outlet sekitar Riau atau Dago.

Sorenya, selepas magrib, kami cari makan. Karena Dago terlalu padat dan ramai, susah parkir, kami ke The Kiosk di Setiabudi. Nah di situ juga bisa dapat berbagai makanan seperti kiosk kaki lima, tapi dengan layanan dan kebersihan yang OK. Makanan terasa lebih enak ketimbang makanan foodcourt di mall-mall. Harga OK juga, cukup murah. Terutama bagi orang Manado, hehe.

Di jalan pulang, kami lewat klinik-klinik yang sering kami kunjungi kalau sakit. Karena di situ relatif murah. Akhirnya Ina dan saya tertawa geli. Kita kok selalu senang sama yang murah-murah, ya. Rada keterlaluan sebenarnya. Tapi kita senang sebenarnya lebih karena amused, kok bisa dapat layanan sebagus ini dengan harga murah. Berarti pedagangnya jenius, bukan orang sembarangan.

Itulah keuntungan hidup di Bandung. Kalau kita mau, kita bisa mendapatkan produk dan layanan berkualitas bagus dengan harga murah. Sambil having fun memburunya.


  1. Info yang menarik pak, patut di coba

  2. mata saya sudah min 8 dan 11 apa msh bisa sembuh kalo di lasik dok




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: