Choice vs Hardwork

Menurut saya ada dua aspek penting dalam menjalankan kehidupan: memilih (mengambil keputusan) dan berjuang (bekerja). Kita harus punya ilmu, jurus, strategi dalam melakukan keduanya.

Kehidupan sering memperhadapkan kita pada situasi baru. Dan kita harus bereaksi. Ini membutuhkan kemampuan untuk memilih, mengambil keputusan. Dari pilihan-pilihan yang diberikan pada kita, manakah yang akan kita pilih?

Misalnya kita ingin bekerja, ingin memilih kerja di mana. Maka hidup memberikan pilihan-pilihan. Apakah kita mau menjadi pegawai profesional? Atau ingin menjadi pengusaha dan entrepreneur? Atau kita ingin menjadi pemimpin publik? Atau kita ingin bekerja sendiri, di dunia kreativitas, menjadi seniman?

Semua itu adalah pilihan.

Salah satu pilihan terpenting adalah memilih perasaan apa yang hendak kita rasakan. Apa maksudnya?  Terlalu sering perasaan kita ditentukan oleh persitiwa di luar. Kalau kita berhasil, kita senang. Kalau kita gagal, kita susah. Nah, itu keliru. Jagan pernah mau mengkaitkan perasaan dengan peristiwa di luar. Hendaknya perasaan kita, mau senang atau susah, adalah pilihan kita. Keputusan kita. Dan kita perlu melatih diri untuk terus bisa merasakan perasaan bahagia dalam situasi apapun. Perasaan bersyukur dalam memperoleh hasil apapun.

Kemudian, memilih saja tidak cukup. Kita harus berjuang. Kita harus bekerja. kita harus berkarya.

Salah satu penyakit kaum akademis adalah keberhasilannya ditentukan oleh apa yang ia jawab di ujian. Ini mengakibatkan kita berpuas diri kalau kita tahu ilmu. Kalau kita tahu kebenaran. Kalau kita tahu apa yang baik.

Semua itu tidak berguna kalau tidak kita terapkan. Kalau kita tidak karyakan. Kalau tidak kita tumbuhkan.

Pengetahuan kita itu dimaksudkan untuk menuntun kita mengambil keputusan. Untuk bekerja dengan maksimal. Untuk memberikan impak maksimal.

Jadi setelah kita tahu sesuatu yang baik, kita harus terapkan. Kita harus sebarkan. Kita harus berikan itu pada orang lain.

Itu adalah prinsip yang membedakan orang sukses dengan orang biasa saja. Sama-sama punya pengetahuan yang benar. Tapi orang sukses segera menerapkan pengetahuan yang didapatnya. Orang biasa berhenti pada tahu saja. Atau maksimal berdebat.

Jadi saya pikir ada dua yang harus kita terus kuasai. Kemampuan memilih (membuat keputusan) dan kemampuan berjuang (bekerja mewujudkan keputusan kita itu).

Life is a choice, but also a hardwork..




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: