Otoritas

Otoritas itu semacam hak yang diberikan untuk menentukan atau melakukan sesuatu. Dan orang harus nurut. Otoritas ini harus digunakan hati-hati dan harus selalu dikontrol.

Polisi lalulintas memiliki otoritas mengatur kendaraan di jalan raya. Kita harus nurut. Kalau tidak kecelakaan bisa terjadi. Kemacetan bisa terjadi.

Dokter punya otoritas untuk menentukan tindakan medis. Orang harus nurut. Kalau tidak orang bisa mati atau cacat.

Tapi otoritas memiliki bahaya. Ia bisa disalahgunakan. Seperti misalnya polisi lalu lintas yang menerima uang sogokan, atau uang damai. Atau dokter Michael Jackson yang memberikan obat sampai overdosis. Semua berakibat buruk, jangka pendek ataupun jangka panjang.

Tapi bahaya sebenarnya pada kepatuhan adalah apa yang disebut Stanely Milgram: The disappearance of a sense of responsibility is the most far-reaching consequence of submission to authority.

Saat kita terlalu patuh pada otoritas maka kita punya sikap tidak mau bertanggungjawab. Kita tidak lagi belajar bertanggungjawab.

Salah satu akibat terburuk pemerintahan Suharto adalah pada hilangnya kemampuan rakyat untuk memimpin. Untuk bertanggungjawab. Karena rezim Suharto mengambil alih semua itu, dan membuatnya penuh otoritas. Rakyat tidak bisa berlatih untuk berperan besar. Rakyat jadi penakut bila ditugaskan untuk memikul tanggungjawab.

Jadi kalau orang mulai apatis, tidak mau tahu, dan tidak pedulian, maka besar kemungkinan kepemimpinan yang ada itu adalah kepemimpinan yang otoriter.

Saya kira jalan yang terbaik adalah memberikan keseimbangan dan cek-ricek pada kekuasaan otoriter. Cara yang terbaik adalah otoritas itu diberikan oleh rakyat dan dapat dicabut kembali oleh rakyat.

Advertisements

  1. persoalannya terletak pada asosiasi istilah ‘pemegang’ dibanding istilah ‘pemberian’ dengan ‘otoritas’.

    ketika asosiasinya lebih berat pada istilah ‘pemegang’ maka yang terjadi adalah penyalahgunaan kekuasaan, sedangkan ketika asosiasinya dititik beratkan pada ‘pemberi’ maka bisa menciptakan situasi ‘pengawasan’ dan tanggung-jawab.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: