Penyertaan Tuhan

Kalau anda menghadapi musibah, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anda. Ia selalu menyertai anda, dengan cara yang pada awalnya tidak kita pahami.

Awal tahun ini Ina pernah bertanya, mengapa kok Tuhan membiarkan musibah terjadi padanya. Ceritanya, Ina mengalami peristiwa buruk berturut-turut. Pertama, ia ditipu di ATM BNI, sehingga uang tabungannya dikuras. Kemudian ia ditabrak orang di jalan sehingga jatuh dari motor, dengan wajah lebam terhantam aspal panas. Dalam kesakitannya, Ina merasa Tuhan membiarkannya dan meng-abandon nya.

Waktu itu saya menghiburnya. Pada dasarnya semua orang bisa terkena musibah. Selama kita hidup di dunia, ada saja orang yang gelap mata. Ada saja orang yang ceroboh. Kita semua bisa celaka. Tapi cara kita menyikapinya, cara kita ditolong, cara kita dihibur, cara kita dibantu untuk mendapatkan jalan keluar adalah bukti penyertaanNya.

Apalagi berkat Tuhan yang sudah berpuluh-puluh tahun itu tidak bisa dibandingkan dengan satu dua musibah.

Kemarin Ina dan saya tersenyum mengingat semua peristiwa itu. Gara-gara musibah ATM dikuras itu, Ina pindah bank. Dia pindah ke OCBC NISP dan BPR-KS. Dari petugas bank-bank itu dia menyadari betapa selama ini ada banyak layanan dan produk finansial yang lebih menguntungkan. Ada beberapa jenis tabungan yang tersedia. Ada berbagai jenis investasi yang ada. Beberapa waktu lalu, Ina ikut berinvestasi di ORI 6.

Semua ini tidak akan Ina tahu kalau tidak ada persitiwa musibah di ATM itu. Dan rupanya selama ini, bertahun-tahun sebagai nasabah di bank yang sebelumnya, Ina tidak mendapat keuntungan seperti itu. Enam bulan kemudian praktis kerugian akibat musibah itu sudah teratasi.

Kemudian, ditabraknya Ina di jalan itu sempat membuatnya trauma naik motor. Jadinya Ina memaksa untuk menyetir mobil. Selama ini dia sudah punya SIM A. Tapi selalu takut. Nah, karena jatuh dari motor itu lebih menakutkan lagi, maka Ina mulai menyetir sendiri. Setelah lima bulan lebih, Ina sudah lancar nyetir.

Nah, minggu lalu itu kan saya sedang di Jayapura. Tahu-tahu Kezia sakit cukup parah, sampai harus di opname seminggu. Ina berjuang mengurus Kezia, membawanya ke UGD. Sambil tetap harus mengantar anak-anak lain ke sekolah, dan menjemputnya pulang. Dan saat itu terasa betapa impossible bisa mengatasi semua itu tanpa Ina bisa nyetir sendiri.

Baru kami mengerti, musibah jatuh dari motor itu berbuah kemampuan Ina untuk mengatasi masalah yang akan terjadi lima bulan kemudian. Dan Ina sekarang punya dua alat transportasi, motor dan mobil. Gaya banget…

Kami tersenyum karena menyadari bahwa kedua musibah itu dulu terasa berat. Terasa sangat merugikan. Terasa seperti diabaikan Tuhan. Tetapi kedua peristiwa itu memicu upaya dan perubahan pada kami. Cuma dalam waktu lima-enam bulan kemudian keadaan kami sudah jauh lebih baik dibanding keadaan sebelum musibah-musibah itu terjadi.

Dan itu adalah bukti penyertaan Tuhan.

Advertisements

  1. setuju pak. musibah itu kadang terjadi untuk menguatkan kita. saya sangat meyakini bahwa setiap peristiwa itu pasti ada hikmahnya, baik atau buruk. 🙂

  2. Supardi M.

    Dan apakah ini ada hubungannya dengan pepatah lama bahwa “Pengalaman adalah guru terbaik?




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: