Impian Kong Qiu

Mungkin anda merasa gagal mencapai impian hidup?  Kita bisa belajar dari Kong Qiu. Kong Qiu merasa hidupnya gagal. Merasa impiannya tidak tercapai. Tidak tahu dia betapa luar biasa sebenarnya apa yang berhasil ia capai…

Kong Qiu lahir di Qufu, Cina, 28 September 551 SM. Seperti banyak orang zaman itu, ia ingin menjadi pejabat negara. Ia sendiri miskin, datang dari keluarga yang tidak mampu. Maka ia berusaha keras, dengan berbagai cara untuk sukses. Akhirnya, pada usia sekitar 53 tahun, ia bisa menjadi menteri di kerajaan kecil bernama Lu.  Tapi itupun tidak lama. Ia merasa gagal, patah semangat. Keinginan menjadi orang penting dan berpengaruh tidak tercapai.  Iapun menganggur, dan mengembara.

Pada usia 68 tahun timbul gairahnya untuk menulis dan mengajar anak didiknya. Banyak ide di kepalanya. Ia merasa hidupnya punya makna baru. Ia berhenti mengembara dan pulang kampung. Dia memutuskan untuk menjadi guru.

Tapi murid-muridnya juga sudah berumur. Bahkan murid kesayangannya pun meninggal dunia duluan. Buat apa menjadi guru, kalau murid-muridnya meninggal duluan? Saat murid kesayangannya itu meninggal ia meratap begitu keras, seakan meratapi kegagalan hidupnya. Tidak berapa lama kemudian dia pun turut wafat.

Tanpa Kong Qiu sadari tulisan-tulisan dan buah pikirannya itu sebenarnya sangat revolusioner. Penuh hikmat. Penuh kecerdasan. Dan penuh kegunaan. Tulisan-tulisannya itu kemudian dipelajari orang berabad-abad. Bahkan ia dianggap filsuf kehidupan, ahli kenegaraan yang luar biasa. Tulisannya akhirnya merambah ke seluruh dunia. Ia mengubah peradaban. Ia menyentuh kehidupan. Ia mempengaruhi begitu banyak paham dan agama.

Ia mungkin merasa hidupnya gagal dan tidak bermakna. Tapi fakta sejarah mengatakan ia jauh lebih sukses dan bermakna ketimbang begitu banyak orang yang pernah lahir di dunia.

Di dunia barat Kong Qiu di kenal sebagai Confucius.  Di Indonesia namanya Konghucu.


  1. Fruit of life, slow to ripe =)

  2. Menurut yang saya tau,,dia pernah menjadi menteri kehakiman. Karena prestasinya, kemudian dia dipromosikan menjadi menteri dalam negeri…Dia sempat menjadi pengasingan oleh raja yang berkuasa pada saat itu, dan akhirnya diapun diminta kembali oleh raja untuk kembali ke kerajaan , tetapi pada akhirnya xong qiu tidak tertarik lagi menduduki jabatan di politik dan dia memilih mengajar sampai akhir hayatnya…




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: