Berperang Itu Mudah

Perang itu membawa penderitaan yang tak terucapkan. Dan, seperti kata Hermann Goring, membuat rakyat berperang itu mudah. Cukup bilang bahwa kita diserang, kecam mereka yang cinta damai sebagai tidak patriotis, dan giring negara dalam bahaya.

Goring itu bukan orang sembarangan. Dia tangan kanan Hitler. Pemimpin politik dan militer Jerman saat perang dunia kedua. Dia ditangkap, diadili, dan dihukum gantung sebagai penjahat perang. Sehari sebelum digantung, ia bunuh diri dengan sianida.

Dia mengerti bahwa tidak ada rakyat yang mau perang. Tapi yang menentukan adalah pemimpin, bukan rakyat. Pemimpinlah yang menjerumuskan rakyatnya dalam perang.

Dan rakyat bisa dipaksa. Dengan tiga cara itu tadi. Pertama, umumkan bahwa kita sedang diserang. Kedua, hantam mereka yang cinta damai sebagai pihak yang tidak cinta tanah air. Ketiga, buat tindakan yang membawa semua dalam bahaya.

Dengan melakukan tiga langkah mudah ini, maka rakyat terpaksa atau sukarela akan berperang habis-habisan.

Ia berhasil menerapkan konsep ini di Jerman saat perang dunia kedua. Sebenarnya Jerman sudah kalah saat ia gagal menaklukkan Soviet Februari 1943. Tapi rakyatnya berjuang keras, dan Jerman baru takluk Mei 1945.

Cara yang sama diulang di mana-mana. Perang melawan teroris misalnya, dimulai dengan serangan WTC di New York. Bush menyatakan bahwa AS sedang diserang. Kemudian ia memaksa semua orang memilih memihak mana, AS atau musuh. Ia lalu mengirim tentara sehingga terjadi ancaman betulan.

Tidak hanya Bush. Semua pemimpin yang senang berkonflik dengan kekerasan selalu begitu. Menggunakan cara-cara itu untuk menjebak rakyatnya, pengikutnya, umatnya ke dalam konflik kekerasan dan peperangan. Semua menggunakan formula Goring: (1) kita diserang dan disakiti, (2) berdamai adalah pengkhianat, dan (3) bertindak supaya keadaan menjadi berbahaya.

Pemimpin memang diperlukan. Tapi mereka bisa memanipulasi rakyatnya untuk tujuan mereka. Termasuk berperang. Kita harus selalu waspada. Sebab perang itu membawa penderitaan yang tidak terucapkan.

Advertisements

  1. Rizki Abinul Hakim

    Are You With Us Or Against Us?

  2. nababan09

    itu namanya false flag politics.

  3. hmm saya belum pernah terpikir strategi itu lho




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: