Menjadi seperti siapa?

Masih dalam suasana ulang tahun, saya ingin mengajak kita merenung kisah Zuhya.

Zuhya adalah seorang rabi yang hidup dengan saleh. Usianya sudah sangat lanjut. Dan ia menjadi panutan banyak orang. Tapi pada suatu hari ulang tahunnya, ia menjadi gelisah. Seperti ada yang dicemaskannya.

“Apa yang engkau cemaskan, guru?”, tanya muridnya.

“Sebentar lagi aku dipanggil Tuhan,” Zuhya menjawab gelisah, “Aku takut menghadap Tuhan nanti…”

Murid-muridnya heran.

“Aku tidak takut mati,” jelas Zuhya, “Tapi aku takut dengan pertanyaan Tuhan nanti.”

“Kalau Ia bertanya: mengapa engkau tidak menjadi Musa yang kedua? Aku bisa menjawab: Tuhan, Engkau tidak mengaruniakan saya jiwa sehebat Musa.”

“Kalau Ia bertanya: megapa engkau tidak menjadi Sulaiman yang kedua? Aku bisa menjawab: Tuhan, Engkau tidak megaruniakan saya hikmat sepintar Sulaiman.”

“Tapi bagaimana kalau Ia bertanya: mengapa engkau tidak menjadi Zuhya? Mengapa engkau tidak hidup dengan segala potensi yang sudah Aku karuniakan kepadamu? Aku tidak punya jawaban untuk itu…”

Kegelisahan Zuhya adalah kegelisahan kita semua.

Tidak jarang kita didorong untuk menjadi seseorang yang mungkin terkenal atau menarik. Atau kita berjuang untuk mendapat gelar hebat seperti orang lain. Atau kita berusaha untuk mendapatkan status hebat seperti orang lain. Atau kita berebut jabatan untuk menjadi orang nomer satu seperti orang lain.

Tetapi apa gunanya semua itu kalau itu membuta kita menjadi orang lain? Yang kedua lagi, atau nomer kesekian, versi ke sekian dari orang lain.

Saya percaya kita perlu menjadi diri kita sendiri. Kita semua mendapatkan potensi, talenta, kesempatan, jalan hidup yang unik. Semua itu dikaruniakanNya supaya hidup kita tenang, damai, bahagia, dan penuh integritas. Sebagai diri kita sendiri.

Jadi kita harus menjadi siapa?  Ya diri kita sendiri. Bermula dengan versi perdana, kemudian tentu berkembang dengan versi-versi yang lebih baik. Tapi tetap menjadi kita yang terbaik…

Advertisements

  1. awalnya mulai dari beta version dulu mungkin y? hihi 😀

  2. Ada funny quotation dari Pablo Picasso (1881-1973):

    My mother said to me, “If you are a soldier, you will become a general and if you are a monk, you will be the Pope.”

    Instead I was a painter and became Picasso …




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: