Own, Access, Afford, Use, Benefit

Ini lima istilah yang berbeda, yang sering ditukar-tukarkan. Mengerti esensi dan perbedaan own, access, afford, use, dan benefit akan memaksimalkan kebahagiaan manusia.

Pada umumnya orang ingin memiliki (own) sesuatu yang ia idam-idamkan. Seorang pria bisa berkeinginan punya entah itu komputer, HP, mobil, rumah, tanah, perusahaan, sampai mungkin pulau. Ia bisa bekerja keras, berpikir keras, berjuang keras, untuk memilikinya. Memiliki berarti secara legal ia bisa memperlakukan sesuatu itu seperti yang dia inginkan.

Umumnya memiliki sesuatu berarti kita harus membayarnya. Dan ini cukup mahal. Oleh sebab itu kita bekerja keras dan lama untuk bisa membayar idam-idaman kita itu.

Sedikit lebih mudah dari memiliki adalah bisa meng akses. Sesuatu itu perlu ada di dekat kita. Bisa mendapat penawaran untuk menggunakannya. Orang perlu mendapat akses pada sesuatu yang dia idam-idamkan, meskipun itu bukan miliknya.

Akses menyangkut eksistensi. Lokasi. Vincinity. Daya jangkau. Percuma kita punya HP, kalau tidak ada akses jaringan. Percuma kita punya mobil, kalau tidak ada akses jalan. Percuma kita punya kapal pesiar kalau kita ada di gunung. Percuma kita punya pulau, kalau kita ada di benua yang lain.

Kemudian harga idam-idaman kita itu perlu terjangkau (affordable). Artinya, apa yang kita miliki cukup untuk kita tukarkan dengan idam-idaman kita itu. Percuma juga pesawat terbang bisa diakses penduduk sekitar bandara, kalau ternyata harga tiket tidak bisa mereka beli. Saya perhatikan di bandara Cengkareng ada taksi Silver Bird dengan kendaraan Mercedes Benz. Nah dengan bayar sekitar Rp 100 ribu, anda bisa menikmati Mercedes Benz sampai ke Jakarta. Tanpa harus beli. Cukup disewa.

Yang lebih menguntungkan lagi adalah bisa menggunakan (use), tanpa harus punya atau bayar. Misalnya anda tamu negara. Maka presiden SBY menjemput anda dengan fasilitas negara. Atau anda mendapatkan rumah dinas, mobil dinas, peralatan dinas. Maka penuugasan anda itu membuat anda bisa menggunakan fasilitas idaman anda dengan gratis.

Saya sering bergurau, kalau anda ingin naik sedan Mercedes Benz gratis, anda bisa melamar menjadi sopir Silver Bird itu. Bisa puas ke sana kemari dengan Mercedes Benz. Di bayar lagi. Anda ingin tinggal di rumah mewah? Daftar jadi pembantu rumah tangga di perumahan mewah. Maka anda di bayar untuk jaga rumah itu. Anda ingin tinggal di hotel mewah? Jadilah pegawai setia hotel itu.

Tetapi, dibanding semua itu, tidak ada yang lebih penting ketimbang mendapatkan manfaat (benefit) dari idam-idaman anda. Apapun idam-idaman itu, kita semua harus fokus pada benefit nya. Percuma anda punya sesuatu tapi tidak dapat memanfaatkannya. Percuma anda bisa akses, beli, pakai sesuatu kalau tidak bisa mendapatkan manfaatnya.

Manfaat lebih pada konsep mencapat suatu tujuan. Dan tujuan yang kita semua ingin capai adalah kebahagiaan. Dalam level lebih rendah: menaikkan kesenangan dan memperkecil kesakitan (increase pleasure and avoid pain).

Saran saya, sebelum kita memulai suatu usaha kita selalu mendefinisikan apa manfaat yang hendak kita capai. Kebahagiaan apa yang hendak kita cari. Kesenangan apa persisnya yang kita ingin dapatkan. Kesakitan apa yang hendak kita hindari. Perasaan apa persisnya yang kita ingin dapatkan. Ini membantu kita membuat rencana dan mengerahkan semangat kita untuk berjuang.

Kemudian saat terjadi masalah, saat kita menghadapi dilema, atau jalan buntu, saat rencana kita berantakan, kita tanyakan lagi pertanyaan yang sama. Manfaat apa yang sedang kita kejar. Ini membantu menuntun kita membuat plan baru. Membuat keputusan baru.

Saat kita memindahkan mindset kita dari memiliki menjadi mendapat manfaat, maka kita bisa jauh lebih bahagia. Lebih kreatif. Beban hidup bisa menjadi lebih ringan. Hidup kita bisa lebih sejati, tidak semu.

Jaman sekarang semakin banyak hal, yang menjadi idaman kita, yang tidak harus kita miliki. Bisa dimiliki orang lain. Tapi kita berusaha supaya kita mendapatkan manfaat darinya. Semakin banyak orang mendapatkan manfaat dari sesuatu, semakin besar guna sesuatu itu.

Dan bahkan semakin besar berkat dan pahala bagi pemiliknya, bukan?


  1. hamm

    great post…thank u..




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: