Surip, Rendra, Top

Mesti ada yang bisa kita pelajari dari tiga orang yang sedang mendominasi headlines: Mbah Surip, WS Rendra, dan Nurdin M Top.

Mereka memilih jalan hidup yang mereka anggap tepat. Kemudian mereka menekuninya sepenuhnya sehingga tiba di puncak. For better or worse.

Mbah Surip mengakui bahwa lagu-lagunya tidak menarik para produser. Mungkin dianggap tidak bermutu. Tapi dia tidak peduli. Dia terus memilih menyanyikan lagu-lagunya. Dengan gaya khas mbah Surip. Tiba-tiba lagunya meledak dipasaran. Dan ia wafat di puncak karirnya: menjadi mbah Surip tulen.

WS Rendra memilih menjadi budayawan, dramawan dan orator. Dan ia tidak tanggung-tanggung memilih untuk menekuni dunia kata-kata ini seumur hidupnya. Sampai di titik puncak dimana ia menjadi nomer wahid di bidangnya itu. Dan ia wafat sebagai WS Rendra.

Sekarang Nurdin M Top. Ia memilih menjadi ahli bom dan melakukan teror untuk sebuah keyakinan. Tentu tidak bisa kita meletakkan Top dalam satu kategori dengan mbah Surip dan WS Rendra. Surip dan Rendra memberikan begitu banyak pada kehidupan termasuk nyawa mereka sendiri, sedangkan Top mengambil begitu banyak nyawa dan kehidupan dengan sia-sia, kecuali nyawanya sendiri.

Tapi, nevertheless, ia memilih suatu jalan hidup, dan menekuninya habis-habisan. Sampai ia menjadi most wanted nomer satu di kawasan Asia Tenggara. Dan usianya baru 41 tahun, sudah menghebohkan seluruh dunia.

Legenda-legenda dibentuk oleh karya dan pemilihan jalan hidup. Oleh kiprah terus-menerus. Bukan oleh ilusi citra, kontes ketenaran, jumlah sms, atau oleh proses voting. Apalagi oleh penunjukan langsung.

Seseorang menjadi legendaris disaat ia melawan arus dan memilih untuk menjadi dirinya sendiri. Dan legendaris yang hidup dalam hati setiap orang adalah mereka yang mempersembahkan hidup dan karya mereka untuk kebaikan orang lain.


  1. Tulisan bapak bener-bener TOP, membuat saya BANGUN LAGI, dan menjadi semangat untuk menjadi BURUNG MERAK. Mohon ijin untuk dicopas.

  2. Sepintas agak paradoksal dengan “average is the best” ya Pak?

  3. setuju pak 🙂
    jadilah yg terbaik di bidangmu 🙂

  4. Dhimas L N likes this (^^)b

  5. pak, postingan yang ini baguuuss.. 🙂

  6. Jadilah yang berguna pada orang lain…dan jangan seperti Noordin M Top, walau ahli di bidangnya, namun dia membuat kesengsaraan pada orang2 tak bersalah.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: