Rewarded doing useless things

Sistem yang saling menguntungkan baru terjadi apabila, ya itu, kita saling melakukan sesuatu yang menguntungkan pihak lain. Oleh sebab itu, sistem ini akan berantakan bila kita bisa mendapatkan reward tanpa kita berkontribusi.

Salah satu masalah terbesar di pasar finansial adalah adanya bank investasi yang mendapatkan untung berlipat ganda dari kecepatan berdagang saham. Pedagang (trader) memang layak mendapat untung, karena ia mencari dan mendelivery barang yang dibutuhkan orang. Ia adalah penghubung antara produser dengan konsumer. Jadi dia layak mendapat reward karena memberikan nilai lokasi/tempat, artinya produk yang tadinya tidak ada pada suatu tempat menjadi ada berkat usaha dia.

Tetapi konsep ini tidak berlaku pada banyak pasar finansial. Traders memperdagangkan produk dengan sesama trader. Cuma untuk mendapatkan nilai finansial, bukan nilai kegunaan.Ini contoh mendapatkan reward untuk melakukan useless things. Tidak ada nilaiyang dikontribusikan pada sistem,sehingga reward yang ia peroleh mengurangi total nilai bersama.

Selain financial traders, manajemen juga sangat rentan dengan penyakit doing useless things. Tidak sedikit jabatan manajemen saat ini yang tidak berguna, atau justru memperburuk nilai bersama. Tentu bisa saja suatu tugas manajemen memiliki guna atau fungsi, misalnya koordinasi. Tapi dalam suatu komunitas yang cerdas, koordinasi itu tidak banyaklagi bernilai. Dan gaji yang tinggi dari manajemen tidak lagi sepadan dengan nilai yang ia kontribusikan.

Profesi guru dan dosen juga berpotensi useless. Saat ini guru dan dosen mulai mendapatkan tunjungan profesi. Ditambah dengan gaji pegawai negeri, ia bisa mendapatkan uang Rp 4 juta perbulan, hanya karena statusnya sebagai dosen atau guru tersertifikasi. Nah kalau ia tidak mengajar dengan baik, tidak mencerdaskan anak didiknya, basically ini useless job. Useful buat si dosen tapi useless untuk sistem.

Bahkan kalau dosen mengajar dengan baik, tapi pada bidang yang tidak bermanfaat pada orang yang tepat, maka inipun berpotensi useless. Misalnya mengajarkan sastra Russia pada mahasiswa Baduy berpotensi useless.

Kita perlu sensitif untuk tidak gampang me-reward hal-hal yang useless. Kita definitely jangan mau berkarya pada hal-hal yang useless.

Advertisements

  1. prasetyoz

    setuju pak,
    klo useles.. artinya sampah kan ya
    klo gak didaur ulang harus dimusnahkan
    🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: