Prof. Krugman dan Prof. Yunus

Prof. Krugman dan Prof. Yunus punya banyak kesamaan: profesor ekonomi, pemegang pernghargaan Nobel, dan memihak kepentingan masyarakat. Tapi perbedaan utama adalah realitas yang mereka hadapi: masyarakat maju versus masyarakat terkebelakang. Universitas di Indonesia, termasuk ITB, seharusnya melahirkan lebih banyak Prof. Yunus ketimbang Prof. Krugman.

Prof. Krugman adalah pakar perdagangan Internasional. Ia lulusan MIT yang menjadi dosen di Princeton. Sebelumnya ia dosen di Yale, MIT, UC Berkeley, Stanford, dan London School of Ecomonics. Jadi keahliannya tidak diragukan lagi.

Tidak heran banyak dosen, termasuk di Indonesia, bercita-cita bisa seperti dia.

Hanya saja ia menerjemahkan kepetingan rakyat dalam bentuk-bentuk dan realitas di dunia maju. Di dunia kaya. Ia misalnya sering menyoroti stimulus ekonomi bagi korporasi, asuransi kesehatan dan pensiun. Masalah-masalah ini memang sangat pelik. membutuhkan ekonomis super jenius untuk bisa memecahkannya. Hasilnya tentu berguna bagi orang-orang yang hidup di negara maju, khususnya Amerika.

Sayangnya buah kejeniusan itu tidak banyak berguna bagi bangsa kita, bagi realitas masayarakat kita yang masih miskin. Boro-boro bicara stimulus korporasi, asuransi kesehatan, apalagi pensiun. Rakyat kita masih butuh untuk selamat hidup. Butuh makan. Butuh perumahan. Butuh lapangan kerja. Butuh keluar dari kemiskinan.

Nah butuh ekonomis super jenius yang lain untuk memecahkan problem pelik ini.

Dalam situasi ini, muncul fenomena seperti Prof Yunus. Ia juga lulusan Amerika, dan bahkan sempat menjadi dosen di sebuah universitas kecil di Tennessee, Amerika. tapi ia kemudian kembali ke Bangladesh, dan menjadi dosen di Cittagong University .

Karyanya termasuk microcredit serta social entreprenurships. Dan topik ini ia tekuni sampai berhasil mengangkat kualitas hidup masyarakat di level bawah. Tidak mudah memang. Tapi justru itu, ia mengerahkan ilmunya untuk membangun masyarakat, dengan realitas yang ada.

Tanpa bermaksud mengecilkan teladan Prof. Krugman, saya kira ia hidup di dunia lain. Di realitas lain.

Universitas di Indonesia perlu memiliki sebanyak mungkin Prof Yunus. Dorongan untuk menjadi world class university perlu disikapi dengan tepat. Kedua prof ini adalah world class. Tapi world class kita itu perlu dalam realitas bangsa kita, realitas manusia yang hidup di sekitar kita.


  1. kuke

    he em.. he em.. saya udah baca ttg bank miskin yg prof yunus itu *eh, bener kan ya yg itu Pak?

  2. Mercy Olga Rumengan

    Mother Teresa’s Anyway Poem
    People are often unreasonable, illogical and self centered;
    Forgive them anyway.

    If you are kind, people may accuse you of selfish, ulterior motives;
    Be kind anyway.

    If you are successful, you will win some false friends and some true enemies;
    Succeed anyway.

    If you are honest and frank, people may cheat you;
    Be honest and frank anyway.

    What you spend years building, someone could destroy overnight;
    Build anyway.

    If you find serenity and happiness, they may be jealous;
    Be happy anyway.

    The good you do today, people will often forget tomorrow;
    Do good anyway.

    Give the world the best you have, and it may never be enough;
    Give the world the best you’ve got anyway.

    You see, in the final analysis, it is between you and your God;
    It was never between you and them anyway.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: