Kisah Cinta Suami Istri

Meledaknya tabung gas di Rengas Dengklok menimbulkan kebakaran yang menewaskan sepasang suami-istri, Uhi (61) dan Dedeh (48). Yang membuat orang lebih terhenyak adalah Uhi sebenarnya sudah selamat di luar rumah. Mendengar jeritan Dedeh, istrinya itu, Uhi nekad masuk lagi untuk menolong. Dia berhasil menemukan Dedeh, tapi tidak sanggup membawanya keluar karena api membesar. Uhi pun tewas bersama Dedeh.

Koran PR hari ini yang menuliskan berita ini di halaman satu memang tidak mendramatisir perjuangan Uhi. Tidak perlu. Karena semua yang berada di sekitar puing kebakaran terdiam dan terhenyak. Wajah-wajah mereka tertunduk haru, melihat cinta Uhi kepada Dedeh.

Di balik peristiwa tragis ini ada kisah cinta yang meneguhkan orang lain. Yang menumbuhkan kepercayaan akan kekuatan cinta dalam keluarga.

Kita semua perlu teladan ini. Terlebih di tengah hingar bingar kekerasan dalam rumah tangga.  Stasiun TV dan koran penuh dengan berita suami memukuli istri, sampai harus lapor polisi segala. Dan tidak ada rasa penyesalan, yang ada adalah eskalasi kebencian pada pasangannya itu.

Karena cerita-cerita kekerasan seperti ini sering bermunculan, kita bisa menjadi tawar hati. Seakan-akan kebahagian dalam rumah tangga, antara suami istri itu, cuma ilusi.

Kisah tragis Uhi dan Dedeh ini seperti air sejuk, tragis tapi sejuk, memulihkan kepercayaan kita akan keluarga, akan kekuatan cinta.

Kita berdoa untuk Uhi dan Dedeh, dan supaya keluarga mereka mendapat penghiburan. Dan berdoa supaya cinta sekelas Uhi dan Dedeh itu ada di setiap rumah tangga.


  1. Tapi itulah tidak adilnya TV terutama infotainment. Cinta sesungguhnya seperti Uhi dan Dedeh tidak mendapat tempat. Sebaliknya cerita Pasha Ungu dengan Oki dan sejumlah seleb lainnya bolak-balik ditayangkan berulang-ulang di semua stasiun tv. Ah.. dunia..

  2. @togarsilaban: yah itulah sudah prinsip media, “bad news is good news”

    Kabar buruk merupakan kabar baik bagi mereka, karena ada bahan yang bisa diberitakan.

  3. slamet

    inilah manfa’atnya media kita ini
    teladan-teladan itulah yang menjadi peneguh
    nilai kemanusiaan kita

  4. super sekali




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: