Keruntuhan Perfilman Indonesia?

Situasi di bioskop hari-hari ini persis seperti awal kehancuran film Indonesia di tahun 80an saat saya masih kuliah dulu. Banyak film komedi cemplang, horor, dan jorok.

Saya masih ingat masa keemasan film Indonesia di akhir 70an. Film-film Indonesia ditunggu-tunggu orang. Sutradara dan bintangnya dihormati. Kalau ada acara penyerahan Piala Citra, seluruh Indonesia serius mengikuti. Bioskop selalu penuh.

Sampai suatu hari, produser mulai membuat film horor. Kemudian film dengan adegan telanjang. Awalnya laku keras. Tapi kayak narkoba, threshold excitement nya semakin tebal. Semakin lama harus semakin seram, jorok, dan vulgar. Film tidak lagi menjual kisah, cerita, tapi potongan adegan yang tabu dalam alur kisah yang tidak masuk akal. Anda tidak perlu bekerja keras sebagai artis. Cukup berwajah Indo, telanjang, you get the main  role. Akhirnya film Indonesia terpuruk. Bioskop pada mati. Dunia perfilman Indonesia hancur.

Lama baru kita bisa recover. Rasanya 20 tahun.

Sekarang perfilman Indonesia bangkit. Heboh. Merajai bioskop. Senang saya melihatnya.

Tapi tadi malam saya buka-buka iklan film di koran PR, kok mulai seperti dulu ya? Mulai berlimpah film horor, jorok, dan komedi cemplang. Formula yang dipakai sama lagi: hantu, telanjang, slapstik humours. Dan semua ikut-ikutan bikin dengan tema yang sama. Kayak musiman.

Ini mulai sama lagi dengan awal kehancuran film Indonesia dulu.

Sayang sekali.

Semoga artis, sutradara, produser, dan pengusaha bioskop yang kreatif segera bermunculan. Supaya industri perfilman Indonesia bisa hebat dan penuh kreativitas. Tidak dibajak oleh produser dan artis yang menumpulkan cita rasa masyarakat.

Advertisements

  1. aWi

    setuju, pak.

    saya pikir juga begitu. membaca komentar di detikhot, film paku kuntilanak, pemeran utama wanitanya membuat heboh utk kesekian kalinya memamerkan aurat. saya sedih….

  2. Sekedar info. Kalo di usa, hampir semua stasiun televisi memiliki satu jenis siaran khusus. Sebagai contoh, ada yang untuk kartun (CN), iptek (DISCV), berita (CNN), reality show, musik (MTV), kerohanian, sejarah (HC), olahraga (ESPN), kriminal (TRUTV), alam (NTGEO), hewan-hewanan (AP), film-film (HBO), komedi (CC), dsb.

    Sehingga penonton bisa memilih apa yang mau ditonton sesuai dengan seleranya. Tidak harus “dicekok” setiap hari dengan sinetron, gosip, telanjang, horor, dsb.

  3. Pak, ada film “Merantau”. Ini film ttg beladiri Indonesia yaitu Silat, produsernya bule. Adegannya dibuat model2 film hongkong gitu. Semoga “Merantau” ini bisa menjadi alternatif tontonan dan membangkitkan dunia perfilman Indonesia.

  4. zakki - kun

    Seperti halnya berpolitik, kita sebagai masyarakat sebenarnya luput perhatian pada sebuah pernyataan : kita juga bagian dalam kegiatan berpolitik. kita mengetahui isu, kita mengambil pihak dalam isu tersebut, kita turut mempengauhi pengaruh bergulirnya isu tersebut. sebenarnya anda bisa memangkas jarak anda dengan ground dengan empowering yourself dalam bentuk peran proaktif yang lebih signifikan. kita adalah bagian dari sistem, maka anda adalah bagian dari perfilman indonesia hanya saja pengaruh anda kurang signifikan terhadap sistem, tulisan ini sangatlah baik, teruslah berjuang agar suara anda terdengar. Maju terus Film Indonesia!!!

  5. bangkit atau suramnya perfilman menurut saya tidak hanya bisa kita lihat dari bagaimana quantitas penjualan tiket di bioskop saja.
    coba lihat saja pergerakan perfilman Indonesia di ranah festival. menurut saya para sineasnya memiliki semangat yang tetap bertahan.
    mereka adalah orang-orang kritis yang hendak menyampaikan ‘sesuatu’ tidak hanya sekadar menjual komoditi semu belaka.
    maju terus perfilman Indonesia!




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: