Do what you love?

Apakah anda menyenangi pekerjaan anda sekarang? Sudahkah anda mendapatkan pekerjaan yang anda cita-citakan? Ada saran dalam mencari pekerjaan: do what you love. Tapi saya pikir kok terbalik ya? Lebih baik: love what you do. Love what you are given with. Love what you already have

Dunia ini sepertinya dibagi dua: dunia anak-anak dan dunia orang dewasa. Dunia kanak-kanak itu dunia yang menyenangkan. Karena bisa main. Sedangkan dunia dewasa itu serius. Karena kita harus kerja. Implisit di situ bahwa bekerja itu tidak menyenangkan.

Oleh sebab itu kita sering dinasehati, jangan sembarang mencari pekerjaan. Carilah pekerjaan yang kita senangi. Yang kita cintai. Kalau kita sudah temukan itu, maka kita akan bisa bekerja dengan puas dan sepenuh hati.

Hmm, sepertinya saran yang bagus. Tapi apakah benar demikian?

Sebenarnya mencintai pekerjaan itu sebuah metafora. Kata mencintai biasanya diterapkan untuk manusia. Dalam metafora ini, mencari pekerjaan yang kita cintai analogi dengan mencari jodoh. Mencari kekasih. Ada orang yang lama tidak menikah karena merasa belum menemukan jodoh yang tepat. Ia terus menanti dan mencari. Demikian juga orang yang mencari pekerjaan yang cocok.

Padahal hidup tidak begitu bukan?  Terbalik. Kita justru harus mencintai apapun yang sudah diberikan. Apapun yang sudah kita dapatkan. Apapun yang sudah kita miliki. Apapun yang sudah kita peroleh.

Menurut saya, kita harus mencintai apa yang ada. Kita harus mencintai pekerjaan kita sekarang. Kita harus melakukan dengan sepenuh hati. Dengan antusias.

Bagaimana kalau pekerjaan kita ini kok belum memenuhi harapan? Nah kita kembangkan, bukan? Pekerjaan kita itu, baik cakupan maupun kedalamannya itu kita kembangkan dan perluas. Sehingga ia bisa bertumbuh menjadi pekerjaan yang anda betul-betul senangi.

Sebetulnya pekerjaan itu bisa dikembangkan ke mana saja anda mau.

Saya ambil contoh sederhana, pekerjaan sebagai dosen. Sekilas pekerjaan ini bisa membosankan. Mengajar di kelas setiap minggu, bertahun-tahun, topik yang sama.

Tapi sebenarnya tidak harus begitu. Dosen bisa mengembangkan diri sehingga bisa mendapat tanggungjawab yang lebih besar. Dia bisa ke luar negeri. Dia bisa meneliti. Dia bisa menulis buku, novel atau nonfiksi. Dia bisa menjadi entrepreneur. Dia bisa ikut olimpiade, fisik atau ilmu. Dia bisa menjadi pejabat publik. Dia bisa menjadi pelayan masyarakat. Dia bisa bergerak di bidang keagamaan. Dia bisa masuk hutan, naik gunung, menyelam lautan. Bisa ke kutub utara, kutub selatan, piramida di mesir, gurun sahara. Semua itu bisa ia lakukan dalam tugasnya sebagai dosen. Bahkan bisa main band, seperti Bandos itu🙂

Tidak harus sih, tapi kalau mau kita bisa. Andapun bisa.

Jadi sekarang kita tidak perlu lagi bingung mencari pekerjaan apa yang kita senangi. Lebih baik belajar mencintai apa yang kita kerjakan sekarang.

Kita tidak buang-buang waktu mencari-cari apa yang sempurna. Tapi sebaliknya kita menyempurnakan apa yang sudah ada pada kita. Dengan cinta, bukan?


  1. Ini topik yang selalu say pertanyakan loh Pak. Meskipun saya paham analogi cintai yang kamu lakukan, tapi kenyataannya hampir semua cerita sukses yang mencapai pencapaian luar biasa selalu menasehati

    “lakukan apa yang anda cintai”

    rasanya tidak mungkin Michael Jordan, Michael Jackson, Michael Angelo dan Michael Michael yang lain membuat pencapaian yang sedemikian outstanding jika tidak mengaplikasikan “lakukan apa yang anda cintai” itu.

    Bagaimana pak?

    Idealnya sih “Cintai yang kamu lakukan agar Tuhan memberikan yang kamu cintai” y😀

  2. Choose your love and then love your choice …

  3. Bagaimana ya pak? Saya termasuk orang yang pernah gonta-ganti pekerjaan hingga akhirnya menemukan pekerjaan yang pas dan bisa optimal. Mungkin di awal saya kurang menerima, tapi mungkin juga semua langkah itu adalah perjalanan untuk menempa saya menemukan sesuatu yang saya cintai…

  4. azrl

    Seperti kata Pak Hendra: kita memilih dari pilihan yang ada, bukan menunggu/mencari. (choose, not search). Setelah kita pilih, kita mencintainya agar menjadi sempurna. Kita tumbuhkan ke arah impian kita.

  5. “Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life.”

  6. renaldi

    pak, ini ada artikel yang menarik berkaitan dengan topik kali ini:

    http://www.paulgraham.com/love.html

  7. “If you can’t have what you love, then love what you have”.

    Nyambung ngga?😀




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: