Meaningful Anything

Kemarin ada acara meaningful broadband. Sebelumnya kita bicara meaningful education. Nanti akan ada banyak lagi meaningful ini dan meaningful itu. Apa sih kriteria sesuatu itu meaningful?

Orang semakin butuh sesuatu yang bermakna. Ini memang wajar. Dulu saat kita masih susah, kita butuh untuk survive, untuk bertahan. Cukup makan. Cukup sandang. Ini level yang paling bawah. Kemudian dari situ kita naik ke level berikutnya, yaitu level produktif. Kita butuh segala sesuatu agar kita bisa produktif. Dapat gaji layak.

Nah bagi orang yang sudah cukup makan, cukup gaji, ia tidak lagi merasa sukacita. Ada sesuatu yang ia cari: meaning, makna. Dua minggu lalu mantan mahasiswa saya datang bertamu. Dia masih muda tapi sukses bekerja di perusahaan industri seluler. Saya masih ingat saat dia jungkir balik mengikuti perkembangan industri ini yang sangat dinamis dan demanding. Gajinya sekarang sudah tinggi. Tapi dia bilang, bosan. Karena sekarang semua lancar dan teratur. Jadi dia tidak begitu excited lagi. Wah ini contoh jelas orang mencari meaning.

Itulah sebabnya banyak sekali bisnis yang sukses yang berhasil memberikan makna pada suatu fungsi. Anada haus? Minum air. Ingin lebih enak dan produktif? Anda minum air kopi. Atau meeting dengan mitra bisnis sambil minum kopi. Ingin merasa hebat? Anda minum kopi di Starbucks. Maka upaya menghapuskan rasa dahaga itu dipenuhi secara meaningful di Starbucks itu. Dan bisnis ini sukses.

Apa sih sesuatu yang bermakna? Meaningful?

Saya akui ini sangat debatable. Banyak pandangan. Subyektif.

Hasil perenungan saya selama ini menyimpulkan bahwa bahwa sesuatu itu meaningful bagi seseorang apabila ia bisa berkontribusi membuat species kita beserta seluruh kehidupan ini semakin mulia.

Kalau kita bisa menjadi lebih mulia, maka kita merasa hidup bermakna.

Kalau kita bisa menyiapkan generasi berikut dengan lebih baik dari kita, lebih mulia dari kita, maka kita merasa hidup bermakna.

Kalau kita bisa memecahkan rekor dunia, maka kita merasa hidup kita bermakna.

Jadi bisnis masa depan selalu variasi dari pemenuhan kebutuhan untuk survival, produktivitas, dan meaningful life. Dengan semakin berlimpahnya bahan kebutuhan survival dan produktivitas, maka harga kebutuhan itu menjadi turun seperti komoditas. Ini berarti nilai terbesar akan ada pada meaningful life products and services.

Kita perlu mencari bisnis baru yang bisa memberikan meaningful life bagi banyak orang. Syukur-syukur bisnis ini sekaligus menjawab ketiga level kebutuhan itu. Seperti Starbucks itu.

Nah, kita harus apa? Saya usul pertama tama kita sendiri harus berubah. Kita harus menjadi meaningful bagi siapapun kita temui. Mitra kita, clients kita. Dan untuk menang kompetisi, maka kita membuat mereka mencapai meaningful life lebih cepat dari kompetitor kita itu.

Anyway, menulis di blog ini dan membaca comments nya sungguh meaningful untuk saya. Saya cuma berharap semoga blog ini meaningful untuk anda semua.


  1. meaningful blogging ya pak …

  2. haldi

    meaningful itu harus menggunakan hati ya pak?




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: