Teknologi Batere

Semakin lama kita butuh semakin banyak energi. Tanpa persiapan yang baik mak akan terjadi krisis energi. Tapi bukankan energi tersedia berlimpah? Saya pikir yang diperlukan adalah teknologi penyimpanan energi. Semacam batere.

Ada dua macam energi yang sangat penting saat ini : listrik dan bahan bakar minyak (BBM).

Orang banyak terbayang energi itu dalam bentuk listrik.  Ada saluran listrik, kabel, dari pembangkit sampai ke rumah-rumah. Listrik ini kemudian digunakan untuk menyalakan lampu, kulkas, AC, sampai pada TV, komputer dan radio.

Ada bentuk lain, yaitu BBM. Orang butuh energi untuk masak, mobil, dan mesin pembangkit industri.

Listrik bisa dikirim melalui kabel, bisa juga melalui batere. BBM dikirim melalui pipa atau melalui galon atau jerigen. Dengan kata lain, energi dikirim melalui saluran, atau ditampung ke dalam storage.

Mana yang akan mendominasi?  Pada akhirnya saya pikir yang akan mendominasi adalah energi yang dikirim ketengan, melalui batere, melalui jerigen.

Energi melalui pipa atau kabel listrik hanya cocok untuk industri atau perumahan di kota.  Manusia yang penuh dengan mobilitas akan kesulitan dengan konsep ini. Ia butuh energi yang bisa di bawa-bawa. Salah satu kekalahan telepon rumah dibanding HP persis di situ, HP membawa batere sehingga bisa mobile. Telepon rumah tidak bisa.

Nah kalau energi listrik bisa diatas dengan batere, energi BBM bagaimana? Pada akhirnya saya kira kita harus punya teknologi untuki membawa energi dalam bentuk cair. Seperti diesel atau bensin. Atau fuel cell sekalian.

Nah kita memiliki begitu abnyak sumber energi yang berlimpah. Mulai dari matahari, angin, panas bumi, sampai pada bio massa. Ini kemudian ditampung dengan batere atau energi cair. Baru kemudian dikirim dan di jual.

Saya membayangkan kita bakal membeli energi secukupnya, seperti membeli galon air mineral, gas, atau bahkan membeli pulsa. Orang akan menjual energi ketengan. Yang sumbernya dari berbagai energi berlimpah.

Kuncinya ada di teknologi batere dan penyimpanan energi cair.


  1. Listrik ‘ketengan’ sudah ada kok pak … itu lho listrik PLN yg pakai kartu pra-bayar … hehehe. Minimal bayarnya ‘ketengan’ kalau delivery-nya ‘ketengan’ mungkin ya waktu ‘byar-pet’ itu …🙂

  2. Memang batere salah satu teknologi kunci dalam hal mobilitas. Kendala pertama yang dirasakan saat ini adalah harga batere merupakan salah satu yang paling mahal dibandingkan harga komponen lain dalam suatu sistem.
    Untuk notebook, harga batere mencapai 20%. Terlebih untuk kendaraan roda empat dengan harapan kemampuan setara mesin bakar, harga batere mencapai 30%.

    Selain itu, waktu charging batere relatif masih lama. Bisa dibayangkan kalau mobil bertenaga listerik datang ke pom bensin untuk mencharge, harus menunggu lebih dari 1 jam agar batere terisi penuh dari keadaan kosong.

    Memang ada hasil riset dari MIT tentang batere yang bisa dicharge cepat, namun untuk adaptasi ke industri, apalagi sampai produk masal, masih perlu mungkin hingga 1 dekade ke depan.

  3. tapi trkadang kalo kita tdk merawat baterai dgn benar, jadi sering drop, apalagi jenis IOn,, skr ada tech baru, yaitu energi memanfaatkan LED,, byk dipake di negara maju, contohx jepang, lebih hemat dan thn lama,, salam kenal

  4. Semuanya supply energi yah, dan dari alam. Asyik juga kalau generatornya bisa embed di perangkat. Alam mengeluarkan energinya secara bebas dan kontinyu, dan generator/converter menyimpan dan memanage energi tersebut untuk digunakan secara efisien. Apalagi kalau bisa recycling energi.

    Hehehe, jadi teringat dengan jam kinetik dan kalkulator photo. Tanpa baterai.

  5. Setuju.

    Konversi energy dari baterai langsung ke device lebih efisien daripada distribusi listrik ke device. Selain itu, emang trend ke depan adalah mobile. Jadi baterai bakal jadi teknologi hangat.

    Setahu saya, banyak start-up company di silicon valley yang mulai mengembangkan membran super tipis untuk fuel cell. Jadi cita-citanya adalah membuat baterai fuel cell (berbasis hidrogen cair) sekecil baterai jam tangan (button cell).

    Sampai saat ini, teknologi fuel cell masi dibatasi ukuran dan ketahanan membran untuk mencampur hidrogen dan oksigen.

    So, ke depan, kalo ada membran super tipis, yang bisa menahan tekanan hidrogen cair, charging baterai cukup 1-2 detik dan HP pun bertahan sampai 1-2 tahun non-stop.

  6. purnomo

    Kalo di power system, sangat sulit untuk menyimpan energi pada arus yang besar dalam bentuk baterai. Salah satu solusinya adalah dengan pump storage, yaitu energi listrik digunakan untuk memompa air ke tempat yang lebih tinggi, pada saat diperlukan, air dialirkan kembali memutar untuk turbin generator.

  7. dengan semakin menipisnya sumber energi di dunia ini,akan sangat dibutuhkan energi-energi alternatif yang sederhana dan bermanfaat!!!sukses terus sob!!!




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: