Omong Kasar di Internet

Kalau ada yang bicara kasar di Internet, apakah kita lapor polisi?

Jawaban singkat: terserah yang menjadi korban. Tapi semuanya harus adil.

Jawaban panjang: anda punya dua pilihan lain. Satu, get even. Artinya balas dengan cara kasar lagi, biar puas. Dua, balas dengan kebaikan, nice words. Kindness.

Sebenarnya perbuatan tidak menyenangkan itu sudah bisa menjadi alasan kita untuk melapor pada polisi. Karena KUHAP kita memiliki pasal untuk menghukum perbuatan tidak meyenangkan.

Tapi itu tidak menyelesaikan akar masalah. Mengapa perbuatan tidak menyenangkan itu muncul? Jangan-jangan itu ditrigger oleh perbuatan tidak menyenangkan yang lain. Balas-membalas. Dalam analogi pemberitaan di koran itu, ia menggunakan hak jawab. Jadi kekasaran itu muncul karena ada kekasaran yang lain.

Pada umumnya rasa keadilan masyarakat terpenuhi bila kekasaran dibalas dengan kekasaran yang sama. Mata ganti mata. Gigi ganti gigi. Jadi kalau kekasaran itu adalah pembalasan, masyarakat masih OK, sepanjang proporsional dan berhenti disitu.

Cuma cara balas dendam itu sebenarnya dalam jangka panjang bukan pilihan terbaik. Karena kalau berlaku gigi ganti gigi dan mata ganti mata, maka semua manusia di dunia ini pada akhirnya akan ompong dan buta. Karena kita semua masih belum pintar menahan diri, mengetahui batas mana kita harus berhenti. Karena kita tidak ingin draw, seri. Kita ingin win, menang, lebih kasar lagi dari lawan kita. Ujungnya jelek banget, udah buta, ompong lagi.

Yang terbaik adalah membalas kekasaran dengan nice words. Kindness. Itu cara sebenarnya untuk menang. Karena dengan itu, anda meluluhkan kemarahan orang. Anda bukan saja memenangkan argumen. Anda memenangkan hati lawan anda. Dan anda memenangkan hati semua orang yang menonton pertengkaran itu.

Saya tahu ini tidak mudah. Tapi siapa bilang menjadi pemenang itu mudah, bukan? Kalau kita serius mau memenangkan pertengkaran, kita harus berjuang keras sehingga kita sanggup berbuat kebaikan, kindness, dan mengucapkan kata-kata yang nice…

Because kindness is actually more important than wisdom


  1. …Mata ganti mata. Gigi ganti gigi…

    Biasanya manusia memiliki kecendrungan membalas lebih banyak daripada apa yang diderita.

    “Apabila sampai rontok satu gigi saya, saya akan rontokkan semua gigi anda”
    “Apabila sampai mata saya buta, saya akan bunuh anda”

    Sehingga menurut saya, mata-ganti-mata atau gigi-ganti-gigi, sudah cukup “fair” lah😀

    Tapi saya setuju kalo kekasaran dibalas dengan kindness (sebenarnya jauh lebih senang lagi kalo tidak perlu terjadi kekasaran😀 )

  2. ya..orang2 berkata kasar di internet pasti ada pemicunya…
    Ya, klo kita baik ke org, org akan baik juga..tp klo kita kasar atau membuat tersinggung, org akan membalasnya..
    —-
    Berbagi Informasi dan Pengalaman

  3. paling kentara mslh ibu prita

  4. julius chandra basjara

    Aduh terimakasih sekali sy jd ingin berhenti emosi dan omong kasar sekali lagi

    TERIMAKASIH




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: