Alasan Moral (2)

Masih tentang alasan moral dalam mengambil tindakan, kita perlu belajar dari Abraham Lincoln.

Lincoln sudah tahu bahwa perbudakan itu immoral. Oleh sebab itu ia tidak bersedia memiliki budak.

Tapi saat dia menjadi presiden 1860, ia tidak menggunakan kekuasaannya untuk membebaskan budak. Ini menimbulkan banyak kekecewaan pada pendukungnya yang anti perbudakan.

Apa yang terjadi?

Lincoln menganggap penggunaan kekuasaan presiden untuk memberantas perbudakan itu bukan tindakan etis. Mengapa? Karena konstitusi dan undang-undang negaranya tidak melarang perbudakan. Jadi ia tidak bisa menggerakkan alat negara untuk bertindak tegas pada pemilik budak.

Nah, Lincoln kemudian memilih jalan lain. Ia mendukung undang-undang anti perbudakan serta amandemen ke 13 konstitusi di tahun 1863, sampai lolos di Kongres. Setelah itu, barulah ia bisa menggerakkan penegak hukum AS dengan keras untuk memberantas perbudakan.

Orang bisa bilang Lincoln melakukan tindakan moral. Menurut saya tidak. Itu tindakan hukum. Siapapun presidennya, bermoral anti perbudakan atau tidak, akan melakukan tindakan keras. Karena tindakan itu diperintahkan oleh konstitusi.

Jadi, seperti Lincoln, pemimpin tidak boleh terlalu cepat mendasarkan tindakan yang bersifat enforcement pada prinsip moral pribadi. Di depan publik, kita harus menggunakan dasar hukum.


  1. ya memang benar pak, kalau konstitusi memang prioritas, harus memilih jalur-jalur hukum, apalagi seperti di negara kita. Tapi mungkin ngga kebayang juga jika kita yg mengalaminya, pasti berat, yang penting juga harus wise. Thx bwt paparannya yg bagus.

  2. stenly - USM Penang

    menurut bapak , apakah ketika Lincoln mendukung amandemen konstitusi undang – undang anti perbudakan, ia tidak menggunakan enforcement pada prinsip moral pribadi? Jadi prinsip moral yang mana, pak? Bukankah tidak ada pemisahan ‘ Moral Pribadi dan Moral bukan pribadi? Yang ada, Moral yang transendent sebagai buah darai proses akal yang Melampui terminologi pribadi dan bukan pribadi.
    Menurut saya , tindakan Lincoln adalah tindakan moral yang memang HARUS MENDAPAT LEGITIMASI hukum negara. Karena tindakan moral yang ia akan lakukan, dilakukan dalam konteks sebuah negara. Jika, tindakan Lincoln, dipaksakan sebagai tindakan hukum yang dianggap terlepas dari pembicaraan moral, entah itu dari aspek nilai dan praktisnya, ini satu hal yang tidak masuk akal. Ketakutan kita mengakui fungsi moral dalam sebuah tindakan hukum, justru menyangkali fungsi akal. Mengapa? Akal secara natural akan memproduksi nilai moral yang tak terbatas jumlahnya, sebagai basis semua tindakan, termasuk tindakan seorang presiden Lincoln.

    • azrl

      @stenly. Memang pak menurut saya ketika Lincoln melakukan amandemen konstitusi itu, ia tidak menggunakan alasan moral pribadi anti perbudakan. Ia menggunakan alasan kenegaraan, bahwa negaranya akan runtuh kalau ada perbudakan di negaranya. Sebagai presiden, dia wajib mempertahankan keutuhan negaranya, sehingga ia bertindak menghapus perbudakan. (See more: Howard Gardner, Five minds for the future, (HBS Press, 2006, hal 145 alinea bawah). Salam hangat

      • stenly - USM Penang

        okay pak, saya membaca buku itu tahun dua tahun lalu. Gak bisa cek lagi, hampir semua buku ditinggal di Bandung. Saya coba cek di Libarary universirtas kami disini… bye..




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: