Lungsuran Daur dan Onno W Poerbo

Apa persamaan Lungsuran Daur dengan Onno Poerbo?  Dua-dua menggunakan sampah, bahan recycle, untuk membuat karya masterpiece.

Rabu pagi kemarin saya membuka R-ICT2009 di Aula Barat. Dalam acara itu kami melihat kelompok seni sunda Lungsuran Daur pimpinan pak Dodon (?) menampilkan musik yang indah menggunakan barang bekas. Sampah.

Sejam kemudian Onno tampil, memperlihatkan antena dari wajan, paralon, dan kaleng Khong Guan. Barang bekas. Barang yang nyaris tidak berharga.

Kita sering mengeluh, mengapa kondisi kerja kita tidak baik. Tidak bagus. Tidak lengkap. Banyak kesulitan. Mengapa orang lain punya fasilitas dan situasi lebih baik?

Tuhan tidak adil, pikir kita…

Folks, kalau situasi anda lebih buruk dari orang lain, itu berarti Tuhan percaya anda seniman dan jenius sekelas Pak Odon dan Pak Onno. You can create magic out of all shortcomings. You can create wonderful masterpeices out of garbage.

Tahu tidak, fasilitas yang terbaik itu selalu harus diberikan pada mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Kaum with disabilty dan special needs. Kaum tua. Kaum yang sedang sakit.

Tempat parkir untuk mereka paling dekat pintu masuk.  Mobil mereka lengkap dengan tempat tidur dan alat infus, yang disebut ambulans. Ada sirene nya supaya semua minggir.

Point saya semua fasilitas yang istimewa itu mengasumsikan kita itu lemah, dan butuh semua itu untuk berfungsi.

Are you really people with special needs?

Jadi, cheer up! Kalau fasilitas dan kondisi di sekitar kita penuh dengan kekurangan, bersyukurlah. Berarti Tuhan memberikan kejeniusan dan kreativitas yang tinggi bagi kita, sehingga kita bisa berkarya tanpa semua itu. Seperti Lungsuran Daur dan Onno Purbo.

That is the truth

Advertisements

  1. kanadi

    terima kasih Pak, artikel ini bagus sekali dan sangat memberi pencerahan..

  2. Onno W. Purbo benar-benar berbakti bagi negara ini. Sayang banyak yang ganjal dia karena keberhasilannya membuat beberapa pemodal jadi rugi karena tidak bisa menangguk untung berlipat lagi dalam permainan mereka.

  3. Inilah teknologi kerakyatan, pak. memanfaatkan apa yang ada untuk menghasilkan karya luar biasa.

  4. supardi

    Patut direnungkan pak untuk menjadi lebih bersyukur dan lebih kreatif lagi.

  5. sekali lagi membuka pemikiran Saya pak,, 😀

    Good point…




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: