Spending time on what?

Beda orang sukses dan orang kebanyakan ada pada penggunaan waktu.  Orang kebanyakan menghabiskan 90% persen memikirkan masalah yang timbul dan siapa yang salah. Orang sukses menghabiskan 90% untuk mencari solusi.

Kalau anda merasa masalah anda paling berat, pikir lagi.

Setelah berpuluh tahun hidup saya mengerti, semua orang ternyata menghadapi masalah yang sama berat.  Setiap hari selalu ada saja masalah yang timbul. Sama. Setiap orang begitu.

Yang beda adalah: reaksi kita. Respons kita.

Saya amati, kalau muncul satu masalah, saya tenang, terkadang tertawa. Tapi kalau muncul masalah lain, saya panik, terkadang marah. Heran juga mengapa bisa begitu, ya

Ternyata ada masalah yang saya tahu jalan keluarnya dan ada yang tidak. Ada masalah yang berpotensi menguntungkan saya atau memperlihatkan kebisaan saya tapi ada juga masalah  yang berpotensi membuat saya rugi, malu.

Intinya, ada yang saya anggap peluang, ada yang saya anggap ancaman.

Peluang bikin orang berdebar excited. Ancaman bikin orang takut atau marah.

Di situ rupanya penyebabnya.

Nah orang sukses itu selalu melihat masalah sebagi peluang. Oleh sebab itu 90% waktunya dihabiskan untuk mencari solusi. Dia senang sekali. Ada peluang nih. Dan pikirannya menjadi kreatif, resourceful.

Orang kebanyakan, sebaliknya, menghabiskan waktu merenungi masalah, apa penyebabnya. Kemudian mencari siapa yang harus disalahkan. Cari kambing hitam.  Ia melihat ini sebagai ancaman, dan kemudian ia mencari jalan untuk selamat. Pikirannya buntu. Tidak berdaya. Dan ia benci perasaan takut dan tidak berdaya  itu, terancam itu. Sehingga ia biasanya bersikap kejam pada si kambing hitam. Pelampiasan.

Jadi itulah, masalah bisa dipandang sebagai peluang atau sebagai ancaman. It is your choice.

Sejujurnya, sangat sedikit masalah yang dihadapi manusia itu benar-benar ancaman. Peristiwa dalam hidup saya yang benar-benar mengancam nyawa saya itu sangat jarang.

Jadi sikap yang terbaik adalah selalu melihat masalah sebagai peluang. Kemudian kita menghabiskan 90% waktu kita mencari solusi. Maka hati dan pikiran kita menjadi lebih tenang. Confidence kita naik. Kreativitas kita muncul. Dan — ini bukan sihir, sulap, atau tahyul– kita akan beneran sukses…


  1. supardi

    Ya, benar banget kayaknya itu bos. Tapi memang pilihan itu seringkali selalu membuat kita memikirkan hal2 negatif sehingga masalah yang ada terkadang semakin berat. Bisa dibilang itu tergantung kepada kedewasaan orang tersebut.

  2. Setuju pak. Kita melihat masalah sebagai tantangan (challenge), bukan sebagai masalah (problem).




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: