Kembar

Kalau anda berjumpa dengan duplikat anda, will you like him or her?

Apakah kita orang baik atau menyebalkan?  Banyak orang tidak sadar tentang hal ini. Terkadang saya ingin tertawa, saat seseorang mengeluh tentang perlakuan atau sifat orang lain. Karena dia juga punya kelakuan yang sama nyebelin-nya.

Saya pikir kita perlu membayangkan. Seandainya kita bertemu “kita”, persisnya sesorang yang sifat dan perilakunya adalah duplikat kita, apakah kita akan menjadi sahabat karib? Biasa saja? Atau musuhan? Nah dari situ kita bisa tahu kita ini menyenangkan atau menyebalkan.

Ya saya tahu memang hal ini (ketemu diri sendiri) mustahil terjadi.

Tapi metafora ini sangat menolong kita.  Kalau kita bisa membayangkan semua orang itu diri kita, maka kita akan memperlakukan mereka dengan hormat dan ramah.  Kita gampang jatuh kasihan dan mengerti akan kesulitannya.

Jadi, saya kira kalau kita bisa membayangkan orang lain seperi kembaran kita, minimal aspek perjuangannya, aspek aspirasinya, aspek kerinduan untuk diperlakukan dengan baik, maka kita bisa mudah untuk bersikap baik pada semua orang.

Dan ini pada akhirnya membuat kita a good person.


  1. klo saya sih kynya ga bakal suka pak ktemu kembaran. hehehehe.. =P




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: