Make Things Happen with People

Bagaimana sih membuat orang lain supaya bisa mengerjakan tujuan bersama? Kok kayaknya susah. Sering lebih gampang dikerjain sendiri. Kerja bareng itu banyak capeknya. Apa benar begitu?

Saya masih perlu banyak belajar tentang hal ini.

Dulu semasa mahasiswa tingkat satu saya pernah menjadi ketua kelas T07. Kadang berhasil kadang gagal. Maksudnya, kadang rekan mahasiswa nurut, terkadang bandel.  Kemudian pada saat yang sama, saya jadi Koordinator Forum Ketua Kelas se TPB. Honestly, banyak gagalnya. Dan saya banyak kabur, karena dikejar-kejar senior suruh demo melawan pemerintah dan terkadang pimpinan ITB.

Tapi saya tidak kapok-kapok. Berbagai tugas menjadi ketua ini atau sekretaris itu kalau datang tidak saya tolak. Tentu dengan korban berjatuhan, baik yang dipimpin maupun saya sendiri yang memimpin. Semua sudah saya coba.  Mulai dari ketua Karang Taruna di RT sekitar Jalan Soka dulu saat tingkat satu itu, sampai sekarang Ketua Panitia International Conference Dies Emas ITB 2009.

Still many things to learn. Gimana sih cara kita membuat orang lain mengeluarkan kemampuannya untuk mencapai tujuan bersama?

Beberapa kesimpulan saya bisa tarik.

  1. Tugas pemimpin itu mengajak semua untuk melihat opportunity dan menyusun mimpi bersama. Dan ini sangat perlu kreativitas, karena mimpi bersama itu harus exciting, mulia, dan bermanfaat.
  2. Sistem nilai (pleasure and pain) perlu disetup sejak awal berdasarkan pemahaman bersama bahwa sistem nilai itu yang membuat kita bisa mencapai mimpi itu.
  3. Seseorang tidak bisa memimpin dengan efektif kecuali ia menyayangi orang yang dipimpinnya. Ia tidak bisa memimpin dengan lancar kecuali ia menghomati orang yang dipimpinnya.
  4. Skill seorang pemimpin adalah skill mentrigger dan memicu tombol orang lain untuk bergerak.  Trigger ini berbentuk inisiatif komunikasi.
  5. Konon seorang baru bisa memimpin orang lain kalau sudah bisa memimpin diri sendiri. Nah memimpin diri sendiri itu ternyata maksudnya menjaga tidak boleh emosional, tidak boleh kehilangan akal sehat, dan selalu berorientasi mencari solusi. Dan tidak boleh kehilangan fun dalam mengeluarkan kiat-kiat mengatasi masalah.
  6. Decision making tidak lain adalah mengevaluasi pilihan berdasarkan sistem nilai, nilai mana yang terpenting, mana yang secondary. Dan ini sering berarti mengambil keputusan pengalokasian resources berdasarkan tujuan dan kesempatan yang datang.

Pasti masih banyak prinsip-prinsip lain yang penting. Dan leadership itu ternyata life long learning.

supaya

  1. kerja bareng itu kan maksudnya untuk meringankan beban pekerjaan individunya, jadi klo kerja barengnya cuma bikin cape satu orang artinya kerja barengnya kurang efektif.

    sebagai pemimpin sih wajar pak klo ngerasa jadi yang paling cape, karna harus mikirin si event itu sendiri dan orang-orang yang kita bawahi. klo saya sih pas kbagian jadi ktua gitu akhirnya lama-lama bener-bener memasrahkan diri aja ke “bawahan” saya, pak, ga usa terlalu dipikirin. yakin aja klo mreka bakal ngerjain bagiannya. hehe.. dan ternyata terbuka semua klo orang-orang itu ngerjain, kitanya aja yg sering terlalu pusing. =P

    smangat pak! =)

  2. Apalagi kalo people-nya orang2 ITB. Ada tantangan tersendiri…🙂 Semoga sukses conference-nya…

  3. @yaniwid: pengalaman pribadi ? atau sekedar pengamatan yg cermat atas sekitar ? … hehehe🙂

  4. @Pak Hendra (Oemar Bakrie):
    Dua-duanya Pak…🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: