Benih

Impian dan inspirasi itu seperti benih. Di tanah yang subur ia menghasilkan buah berlipat-lipat.

Kapan terakhir anda memiliki cita-cita, impian, harapan, dan inspirasi? Apa yang terjadi dengannya?

Ketika benih ditaburkan, ia bisa jatuh di pinggir jalan, dan habis dimakan burung. Atau ia jatuh di tanah tipis berbatu. Tumbuh sebentar, tapi akarnya tidak dalam terhalang batu. Begitu terkena terik matahari ia layu dan mati.  Atau ia jatuh di tanah bersemak duri. Saat tumbuh besar, semak dan duri itu merampas makanannya, ia terhimpit, dan mati. Tapi yang jatuh di tanah subur kemudian tumbuh berbuah sangat lebat.

Demikian juga dengan inspirasi dan impian kita.  Saat kita sangat sibuk dalam perjalanan hidup, impian itu cuma datang sebentar. Datang orang yang selalu berpikir negatif, mengejek kita, dan mengambil cita-cita kita itu.

Atau kita excited dengan cita-cita itu, dan segera menjalankannya.  Tapi karena hati kita tidak dalam, maka begitu kesusahan datang, tantangan datang, kita menyerah. Dan impian itu mati.

Atau cita-cita itu tumbuh bagus. Tidak ada kesusahan. Tapi yang ada adalah hal lain yang memberikan kesenangan sesaat. Kemudian kita tergoda dengan hal lain itu. Harta kekayaan. Nafsu. Kebanggaan dan kesombongan diri. Energi dan daya hidup kita habis pada hal-hal itu, menghimpit cita-cita kita. Akhirnya energi kita dibelokkan ke sana dan cita-cita kita pun mati.

Alam mengajarkan pada kita bahwa sesuatu yang istimewa datang dari benih. Petani tidak bisa membuat beras. Yang bisa ia lakukan adalah menanam benih padi, menjaga aliran air, dan memberi pupuk. Mengusir hama.  Sisanya, bagaimana benih membelah diri menjadi tumbuhan padi yang gemuk, itu bukan urusan petani.  Alam dan Sang Pencipta akan take care of that. Secara otomatis.

You see… Kita perlu membuat diri kita tanah subur untuk benih impian itu. Tanah yang subur berarti dedikasi untuk benih itu.  Apa yang kita lakukan tiap hari sejalan dengan impian itu. Selaras dengan cita-cita itu. Maka kehidupan akan takes care  of your dream.. Secara otomatis.

Begitu cara benih bekerja…

Semoga kita semua berhasil mencapai cita-cita dan impian kita…


  1. amiiiin..




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: