Hardiknas dan Guru

Setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom, Jepang menyerah. Mereka bertekad membangun kembali bangsanya.  Konon pertanyaan pertama, “Berapa banyak guru yang masih hidup…?”

Tadi siang kami berjumpa Bupati Merauke Pak Johanes Gluba Gebze, dan ia menceritakan kisah itu. Ia bermaksud menggambarkan betapa pentingnya guru bagi suatu bangsa.

Dan memang benar.  Guru adalah kunci kemajuan bangsa.

Pak Bupati berasumsi semua anak itu pintar. Tapi ada saklarnya. Bila saklar, tombol yang tepat ditekan, maka bersinarlah kepintaran anak ini.  Bila saklar yang  ditekan itu keliru maka anak ini gagal berkinerja.  Dan dianggap bodoh.

Dan hanya guru sejati yang bisa tahu tombol mana yang harus ditekan.  Karena guru itu berusaha menyelami alam pikiran dan hati anak didiknya.  Berusaha mengerti jalan pkiriannya. Kemudian berdasarkan pengetahuan itu ia melakukan tindakan yang tepat.

Hasilnya adalah anak Indonesia yang cerdas.

Sayangnya, begitu keluhan beliau, banyak sekali guru jaman sekarang yang tidak lagi mau bersusah payah menyelami situasi anak didiknya.  Semua diperlakukan sama. Semua dijejali dengan materi pelajaran. Mendidik menjadi sekedar mengajar.

Memang situasi saat ini sangat tidak mendukung.  Budaya konsumerisme dan materialisme melanda semua.  Yang ada dipikiran orang adalah bagaimana mendapatkan uang. Kita ingin serba instan. Jadi kita tidak punya waktu untuk mendalami ilmu mendidik. Tidak punya waktu untuk berlelah mencari tahu isi pikiran anak didik.

Jadi di tengah ledakan bom nuklir materialisme, konsumerisme, dan budaya serba instan ini, kita bertanya, “Berapa banyak guru yang masih hidup…? yang masih menekuni, menghidupi profesi mulia ini…?”

Sebagaimana orang Jepang di Hiroshima dan Nagasaki itu, kitapun demikian. Seberapapun guru sejati yang ada, kita harus berdayakan. Untuk membangun bangsa.

Selamat hari pendidikan nasional. Selamat berjuang para pendidik sejati…


  1. dikshie

    another story from Japan:
    “A History of Nobel Physicists from Wartime Japan”
    http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=physicists-in-wartime-japan

  2. dengan perlakuan pemerintah selama ini pertanyaannya “berapa guru yg masih bisa hidup ? … “

  3. smoga anda termasuk guru yang mau menyelam itu…




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: