Paspor

Geuningan teu acan kamana-mana, bu?”, tanya petugas imigrasi sambil membuka paspor lama yang hendak diperpanjang. Sang ibu hanya tersenyum malu, tapi tetap ingin memperpanjang paspornya. Tanpa paspor ia tidak bisa mengunjungi sanak saudaranya di luar negeri.

Mengapa orang perlu paspor? Rupanya itu kebiasaan jaman dulu saat kita memasuki pelabuhan laut. Di pintu pelabuhan, orang harus punya surat-surat yang jelas. Kalau tidak ia dilarang masuk. Nah surat ini bisa berbentuk macam-macam. Agar seragam, dibuatkan paspor. Di situ dinyatakan kita itu siapa, warga negara apa. Dari informasi dalam paspor itu petugas bisa mengijinkan orang masuk negerinya.

Jaman dulu orang bisa bebas berkelana. Jaman sekarang tidak bisa. Karena ada konsep negara, dan konsep batas negara. Mendadak ada batas maya, batas virtual, batas hukum, yang dibuat orang yang tidak boleh di langgar.

Mungkin orang Papua Indonesia sejak jaman dulu bisa jalan-jalan ke daerah Papua Nugini dengan bebas. Tapi sekarang tidak bisa. Salah-salah bisa ditembak tentara penjaga perbatasan. Mereka tidak tahu mengapa. Orang-orang di Jakarta yang bukan asli suku Papua menetapkan garis itu. Dan orang Papua harus tunduk.

Kata Pablo Casal, baguslah kalau kita cinta tanah air. Tetapi mengapa cinta itu berakhir di perbatasan negara?

Banyak orang Indonesia mengeluh. Sejak peristiwa pemboman WTC di New York, visa ke AS itu sulit. AS memperketat perbatasannya. Orang asing di larang masuk. Padahal mereka itu sebenarnya pendatang di sana. Orang suku Indianlah penduduk aslinya. Tapi tidak peduli. Kalau sang Indian yang tidak punya paspor atau visa AS berani menerobos akan ditembak.

Tuhan menciptakan bumi ini untuk semua orang. Kita lah yang memilah-milahnya ke dalam negara. Kitalah yang membuat garis yang disebut perbatasan itu. Kitalah yang membuat garis pemisah manusia dengan manusia lain.

Sehingga diperlukan paspor itu.

Jadi setiap saya melihat paspor, saya tercenung. Inilah contoh penemuan manusia yang memilah-milah orang di bumi ini.


  1. …..imagine……(John Lennon)

  2. stipjop

    makanya pak, kita dukung konsep one world, one government.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: