Facing Difficulties

Apapun tugas yang kita pilih, kita pasti akan menghadapi kesulitan. Tetapi kesulitan itu adalah kesempatan kita untuk bertumbuh.

Saat kita merasa sesuatu itu sulit, kita bisa merasa susah, cemas, dan gelisah. Kita bisa menyerah, dan tidak lagi mau melaksanakan tugas itu.

Kita tidak boleh gampang menyerah, karena itu akan menjadi kebiasaan. Akibatnya kita tidak mau mencari tantangan-tantangan untuk maju.

Saya teringat sebuah episode film Star Trek, di mana perwira muda Picard sedang berjuang mempertahankan hidup di meja operasi karena ditikam berandalan. Dia sedang makan di bar bersama rekan-rekannya saat sekelompok berandalan masuk dan mengganggu mereka.  Sosok berandalan jauh lebih besar dan kuat sehingga orang-orang pada takut.  Tapi Picard berdiri dan melawan mereka.  Dalam perkelahian yang tidak seimbang, Picard ditikam dan akhirnya dibawa dalam keadaan sekarat di meja operasi.

Kisah menjadi menarik saat Q datang dari continuum, dan menawarkan pada Picard untuk memundurkan jarum jam.  Kembali ke peristiwa sebelum ia ditikam. Saat peritiwa itu diulang, Picard memilih untuk diam tidak melawan. Dia menelan semua perlakuan berandalan karena takut.

Kisah itu berlanjut dengan masa depan Picard. Ia menjadi senior, tapi pangkat tidak naik.  Ia tidak pernah diminta untuk menjalankan tugas yang rumit-rumit.

Suatu saat ia tidak tahan, dan ia menghadap atasannya. Ia bertanya mengapa mereka selalu menolak memberinya  tugas-tugas yang menantang.  Akibatnya ia tidak pernah dipromosikan. Jawaban atasannya dengan sopan, “Bapak selalu cari aman, tidak pernah berani menghadapi tantangan yang berat…”.

Picard akhirnya menjerit pada Q dan meminta dikembalikan ke peristiwa yang dulu di bar.  Kali ini ia melawan berandalan itu dan bertarung meskipun harus ditikam dan sekarat. Di meja operasi Picard berjuang bersama para dokter untuk mempertahankan nyawanya. Dan akhirnya berhasil. Lama baru Picard pulih. Bertahun-tahun kemudian ia akhirnya dipercaya menjadi Captain Picard, Panglima Starfleet Enterprise. Orang-orang atasannya tadi itu menjadi anak buahnya.

Jadi kesulitan itu adalah tempat kita mengasah kemampuan.  Mengadopsi kemampuan baru. Sikap baru. Keterampilan baru.

Sebenarnya perasaan sulit itu adalah indikator atau sinyal bagi kita untuk berhenti sejenak, merenungkan ilmu apa yang masih kurang. Pengetahuan apa yang masih perlu kita kuasai.  Keterampilan apa yang masih harus dilatih. Sikap apa yang harus dikembangkan.

Anda sedang menghadapi kesulitan besar?  Di tempat kerja?  Di lapangan? Di rumah?  Di masyarakat?

Itu adalah kesempatan untuk membangun diri untuk semakin mumpuni menghadapi tugas yang lebih besar nanti…


  1. nice story, Sir…
    inspiring!

  2. berat memang memegang tanggung jawab. kadang semakin dipikirkan semakin ingin menghindar dari hal tersebut. tapi benar kata pak armein, bahwa kesulitan itu semakin menempa kemampuan kita

  3. betul Pak, If it doesn’t kill you, it will make you stronger

    • madeyusadana

      Umur Membuat Muka Jadi Keriput, Sikap Menyerah Membuat Jiwa Jadi Keriput.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: