A Leader

If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a leader. (John Quincy Adams:).

Salah satu yang harus dikuasai calon pemimpin adalah instrumen untuk menggerakkan orang yang dipimpinnya.

Ada yang menggunakan kekuatan negatif: menakut-nakuti, mengancam, verbal abuse, tekanan sosial sampai pada hukuman.  Instrumen ini bisa menggerakkan orang, tapi tidak dalam rangka membangunnya.

Adams menyarankan pemimpin untuk menggunakan kekuatan positif: memotivasi, mengajarkan, menjadi teladan melalui tindakan. Dan tindakan ini menyebabkan orang yang dipimpinnya bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih, dan menjadi lebih.

Mungkin karena suasana pemilu, belakangan ini saya banyak mendengar kerinduan orang akan pemimpin sejati. Pemimpin yang bisa membawa kita semua pada cita-cita bersama.

Menurut saya mengapa bukan kita yang menjadi pemimpin sejati?  Mengapa harus orang lain? Mengapa harus berharap akan munculnya pemimpin sejati padahal panggilan itu, dalam skala masing-masing, ada pada kita semua?

Untuk itu kita semua harus bermimpi, belajar, bertindak, dan akhirnya menjadi pemimpin yang sejati itu.  Dimulai dengan memimpin diri sendiri, tentu saja…


  1. gandhim

    Kualitas seperti itu lah yang seharusnya dimiliki seorang pemimpin, bukan karena sudah tua, apalagi gelar berderet. Orang pintar belum tentu bisa memimpin.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: