Jadi Tiga Calon Presiden ya

Politik Indonesia semakin berbentuk. Semua sedang berlomba untuk 2014. Taruhannya: kemerdekaan kita.

Kita sekarang punya tiga calon: JK-Wiranto, Mega-Prabowo, dan SBY-Budiono. Semua parpol kemudian memilih mendukung satu dari tiga pasangan ini.

Dalam pandangan saya, ini adalah Fase kedua dari empat fase penentuan pemerintahan.  Fase pertama sudah dilewati melalui pemilihan anggota DPR.  Fase kedua adalah sekarang saat calon presiden diajukan. Fase ketiga nanti setelah saat Pilpres selesai.  Dan Fase terakhir saat kabinet dibentuk.

Siapapun presidennya nanti, proses melalui pemilihan umum ini harus dituruti semua.

Siapapun presidennya nanti, kita harus menjaga kedaulatan kita.

Mengapa saya berpikir demikian? Karena semakin saya mengikuti semua proses ini, semakin terasa skenario besar sedang berjalan. Politik Indonesia seperti berjalan menuruti sebuah skrip, sebuah skenario, sebuah jalan cerita yang ditulis di suatu tempat. Sutradaranya begitu lihay, sehingga semua pelaku politik memainkannya. Instrumen yang digunakan begitu canggih dan efektif.  Mulai dari mass media sampai pada pernyataan-pernyataan para aktor.

Semua sedang membentuk opini dan persepsi rakyat untuk memelihara keadaan, menstabilkan keadaan, sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang manis di mata dunia.

Mungkin saya terlalu sensitif, atau terlalu paranoid.

Tapi setiap kali pemimpin besar Indonesia berjuang menegakkan kedaulatan negara, terjadi begitu banyak masalah.  Begitu banyak kepentingan asing di Indonesia.  Begitu kepentingan itu digugat, maka terjadi banyak kerusuhan di Indonesia.  Begitu banyak ancaman disintegrasi. Pemimpin Indonesia selalu disandera. Begitu pemimpin kita membandel, maka operator-operator asing bekerja, menimbulkan begitu banyak kerusakan.

Mengapa operator-oprator ini bisa begitu efektif?  Tidak lain karena kebodohan kita.  Mau saja kita diperlat memainkan skenario-skenario. Kita mau dibayar. Mau disogok. Mau diberi kenikmatan materi.

Kita masih mau dicabik-cabik.  Kita mau saja dipanas-panasi dengan mentrigger rasa ketakutan primitif kita. Entah oleh rasa kesamaan kesukuan, agama,tingkat kemakmuran, ideologi, sampai pada golongan. Kita mau diperalat untuk tidak lagi mengutamakan kesamaan kita sebagai suatu bangsa yang besar. Kesamaan yang di atasnya Sukarno Hatta berani memproklamasikan negara ini.

Jadi, kita semua saat ini harus memainkan skenario besar. Ketiga pasangan capres ini tidak punya banyak pilihan, selain ikut memainkan peran.

Tapi jangan underestimate kecerdasan kita semua. Setiap hari ke depan kita semua harus belajar menjalin kebersamaan.  Menjalin saling menerima dan saling mempersembahan keunikan kita bagi kemajuan bersama.

Jadi apa tanggung-jawab ketiga pasangan capres-cawapres, serta pemimpin parpol pendukungnya?

Menciptakan skenario di atas skenario. Kita gunakan masa kestabilan ini untuk mencerdaskan bangsa. Membuat kita semua bisa melihat masa depan bersama.  Masa depan untuk generasi berikutnya. Membangun Indonesian Dream. Masa depan untuk semua, setiap anak bangsa tanpa kecuali.

Sehingga kita semua bisa berbeda pandangan, berbeda asal usul, dan bahkan berbeda aspirasi.  Tapi kita semua membawa perbedaan ini sebagai persembahan bagi semua. Dan kita semua menjaga satu hal: kemerdekaan bagi setiap anak bangsa untuk menjadi dirinya sendiri. Untuk mencapai impiannya di bumi Indonesia. Untuk hidup sesuai cita-cita, aspirasi, dan nilai luhurnya. Dan setiap orang di bumi Indonesia yang bersedia untuk mengerahkan semua usaha dan kerja keras akan mencapai apa yang ia impikan.

Itulah Indonesian Dream. Kita merdeka dan berdaulat. Kita kita siap membela hak dan kemerdekaan orang lain yang berbeda dengan kita sekalipun.

Di sekitar tahun 1900an, Belanda mempunyai skenario untuk menjadikan Hindia Belanda negara jajahan yang modern.  Untuk itu bangsa Indonesia perlu dididik menjadi insinyur, ahli pertanian, dokter dan saintis. Supaya mereka bisa lebih produktif lagi untuk kepentingan jajahan.  Tapi apa yang terjadi?  Anak-anak Indonesia yang terdidik ini terlalu cerdas untuk hanya memainkan skenario itu.  Mereka berhasil bersatu melalui Sumpah Pemuda, yang kemudian bermuara pada proklamasi. Skenario besar berantakan karena pemuda Indonesia memilih untuk bersatu.

Kalau persatuan itu yang terjadi, maka perjalanan bangsa akan mengambil jalannya sendiri, skenarionya sendiri. Orang boleh membuat skenario-skenario politik untuk kepetingan mereka. Tapi bangsa yang cerdas dan bersatu akan memainkannya dengan caranya sendiri menuju jalan yang tidak terduga. menuju kemerdekaan kita.

Itu yang harus dilakukan pemain politik kita hari ini.


  1. ada skenario besar.. tapi mungkin lebih tepatnya perang skenario.. atau ‘pemberontakan’ kecil pada skenario besar lewat improvisasi tanpa keluar dari skenario global.. tidak seperti dahulu yang berani menentang skenario besar dengan skenario yang sama besar..

  2. Mestinya para capres-cawapres itu punya program jelas, dan di break down dalam miles stone, sehingga kita bisa melihat apakah programnya benar2 bagus atau hanya iklan aja.
    Kalau mau bicara program, tak bisa hanya garis besar, bagaimana langkah untuk mencapainya, bagaimana tahapan dalam mencapai program tsb.

    Seperti bicara kita ingin kemandirian ekonomi, apa yang dimaksudkannya, apakah langsung yang milik asing diambil alih, atau bagaimana?
    Saya masih menunggu, dan tak ingin hanya mendengar program yang hanya garis besar saja, jadi pilihan saya masih berubah-ubah…..

  3. Maksudnya ada skenario besar asing untuk menjinakan indonesia yah pak?

    Kalau pasangan SBY-JK yang potensial menang malah dipecah berarti pihak tsb tidak menyukai SBY ?

    Jadi yang mudah dijinakan tinggal JK dan atau Mega ?

    Nah berarti nanti tinggal dilihat di iklan TV, mana Iklan yang kuat antara iklan JK atau Mega. Kalau seimbang berarti titik-titik🙂 Kalau yang satu lebih kuat berartii titik-titik🙂 .

  4. menciptakan skenario di atas skenario?

    hehehe…sudah ada yang bikin Grand Scenario, Pak.
    RAsulullah SAW sudah bersabda dan sekarang orangnya sedang bekerja🙂

  5. Zuid

    Yah kesadaran manusia masih level negara/bangsa (bahkan lebih rendah), tiap2 negara/bangsa merasa paling hebat dan berusaha menguasai-mendominasi yang lainnya dengan bermacam skenario. Kesadaran manusia masih harus terus berkembang hingga menyadari bahwa seluruh bumi adalah satu. Dan semua bersama-sama membangun peradaban di bumi ini menjadi tempat yg lebih baik.

  6. Tapi kok bisa jadi SBY-Budiono yang diskenariokan pihak asing. Tambah bingung kan? Hahahahaha




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: