Antara idealisme dan tindakan

Kita sering menilai diri bagus karena idealisme kita.  Sebaliknya kita menghakimi orang lain karena tindakannya. Padahal idealisme tanpa tindakan itu lumpuh, dan tindakan tanpa idealisme itu buta.

Idealisme hanya ada di pikiran.  Jadi percuma juga kalau tindakan kita tidak mencerminkan idealisme itu. Karena sebagaimana kita mudah menghakimi orang lain dari tindakannya, kita juga dinilai orang dari tindakan kita,.  Bukan apa yang kita idealkan.

Mengapa orang bisa bertindak tidak sejalan dengan idealismenya?  Saya kira karena habit, kebiasaan, insting, refleks. Tubuhnya bertindak diluar kendali pikiran idealisnya.

Menurut Freud, ada tiga kepribadian dalam diri kita: ego, superego, dan id. Ego adalah kesadaran kita.  Superego adalah idealisme kita hasil didikan. Id adalah pengendali tubuh fisik kita.

Jadi bisa terjadi ketiga kepribadian ini tidak sinkron. Id harus dilatih untuk patuh.Id harus punya refleks yang baik. gesit untuk melakukan tindakan yang produktif dan baik.  Superego harus dikembangkan dengan mendalami nilai-nilai luhur.  Superego harus diperluas sehingga tidak sempit. Ego harus belajar mengelola semua ini agar sinkron terintegrasi dan tidak saling berlawanan.

Point saya adalah kita harus terus belajar.  Tidak boleh menyerah.  Belajar untuk mengembangkan kepribadian kita itu. Belajar mengembangkan diri.

Kita bisa mencapai begitu banyak keberhasilan kalau kita bisa mensinkronkan idealisme dengan tindakan.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: