Si Asep, Pendiam Tapi Beken

Si Asep itu pemuda biasa dan agak pendiam. Suka nongkrong menghabiskan dengan pemuda-pemuda satu tetangga. Sampai suatu hari ia nyeletuk sambil nunjuk ke foto walikota Dada Rosada, “Aku kenal orang ini…”.

Temannya tertawa, “Ah kamu, aya-aya wae, Asep…”.

“Ia bener…”, jawab Asep sambil cuek.  Lalu ia mengajak temannya ke balai kota naik angkot. Pas pagi, di lapangan parkir mobil dinas walikota baru datang.  Pas walikota keluar dari pintu belakang, dia melihat si Asep. Langsung Dada Rosada berseru sambil menyalami Asep, “Hei Asep, kumaha damang? Ada apa pagi pagi ke sini…?”

Temannya kaget. Gila si Asep, kenal sama walikota.

Suatu hari Band Peter Pan muncul di TV. Si Asep mendadak nyeletuk, “Aku kenal Ariel…”

“Ah, nggak mungkin, Sep…”, temannya ketawa. Sambil agak ragu.  Si Asep kemarin itu bikin kejutan.

Naik angkot, asep dan temannya pergi ke sekitar jalan Tamansari, sampai di Sabuga. Peter Pan mau show malam itu. Si Asep masuk lewat pintu belakang, dekat toilet. tahu-tahu keluar Ariel Peter Pan dari sana, tertawa lebar, kemudian teriak, “Eh Asep, kamana wae..? Lama nih tidak kelihatan…! Itu anak-anak pada nyariin di dalam..” Sambil menonjok bahu si Asep berkelakar.

Temannya terpesona. Gila si Asep. Ternyata teman Ariel Peterpan.

Sore-sore lagi duduk-duduk di pos jaga, mereka baca koran Pikiran Rakyat. Tahu-tahu Asep menunjuk foto Jusuf Kalla, “Aku kenal dia….”

“Yang bener, ..Sep?”, temannya bertanya sambil percaya nggak percaya.

Besok paginya si Asep dan temannya naik angkot pergi ke ITB. Ada seminar di Aula Barat. Saat mereka masuk aula, Jusuf Kalla sedang memberikan keynote speech. Tahu tahu Jusuf Kalla nyeletuk ke arah pintu,”Eh ada pak Asep rupanya, bisa datang juga ke acara kita….”. Si Asep tersenyum sopan, dan duduk di kursi terdekat.

Temannya merinding. Rada takut sekarang dia sama si Asep.

Suatu hari lagi lihat iklan Yamaha, tahu tahu Asep nunjuk ke Valentino Rossi, “Aku kenal dia…”. Temannya nyengir. Yanh nggak mungkinlah.  Ini orang asing. Kebetulan sedang ke Indonesia.

Si Asep dan temannya naik angkutan ke Lembang, terus ke arah Cikole.  Di hutan lindung itu, mereka jalan sebentar, ketemu lapangan.  Biro iklan sedang menshoot iklan Yamaha yang baru. Ada Valentino Rossi sedang di shoot di atas motor.  Tahu-tahu dia buka helm, dan nyeletuk ke kru iklan, “That is Asep that I was talking about…“. serunya, “Asep! Come here…!”

Temannya menggigil pucat, sambil mengucak-ucak matanya.

Awal Januari, mereka sedang jalan di Pasar Baru, lihat pedagang kaos menjajakan kaos bergambar.  Ada gambar Barrack Obama. Temannya sudah takut. nggak mungkin.  Ehh bener, si Asep mendadak nyeletuk, “Aku kenal dia…”

Beberapa hari kemudian si Asep menghilang. Di cari-cari tidak ada.  Temannya diam-diam menyetel TV. Ada pelantikan Presiden Amerika. Jantung dag-dig-dug. Dan benar, gila, saat diambil sumpah, kamera menshoot Obama, dan persis di belakangnya, di kursi-kursi keluarga terdekat dekat ada siapa lagi kalau bukan si Asep. Lagi memegang tangan Sasha.

Temannya cuma bisa ternganga.

Minggu lalu ada temannya lewat jalan Merdeka, dan angkot mereka terhenti di depan katedral, ada kereta api lewat. Mereka melihat ada foto poster Paus di Vatican di dinding Katedral. Jantung temannya berhenti berdetak saat si Asep nyeletuk, “Aku kenal dia….”

“Ini sudah tidak tidak mungkin…”, pikir temannya.

Malamnya mereka ke bandara Sukarno Hatta dan mereka berdua terbang ke Roma Italia. Tiba di Vatican, mereka mencari lapangan Katedral St Peter.  Ada kerumuman orang banyak sedang menunggu Paus muncul di Balkoni.  Tradisi hari Paskah, sri Paus akan keluar dari Balkoni tinggi, dan memberkati kerumunan orang yang datang.

“Tunggu sini sebentar,” pesan si Asep sambil menyelinap di dalam kerumunan. Berapa lama kemudian keriuhan menjadi hening. semua bertepuk tangan kemudian hening dan khidmat. Dari kejauhan, pintu balkoni terbuka dan keluarlah Sri Paus melambaik-lambaikan rangannya.  Dan ikut di belakangnya …si Asep!

Temannya ternganga-nganga seperti lihat hantu. Ini sudah paling top, paling gila, gila…

Sambil menggigil ketakutan, temannya tidak sadar mencolek orang Italia yang sedang berdiri di sebelahnya,  menunjuk-nunjuk ke arah balkoni, dan berkata dengan suara bergetar seperti kesurupan “.. lihat itu, … lihat itu…!”

Orang Italia tidak begitu mengerti, tapi memicingkan mata melihat ke arah balkoni, sambil tangan di taruh di atas kening supaya tidak silau dan bisa melihat jelas.

Mendadak orang Italia berseru kaget, “Hei, who is that fellow standing beside Asep…??”


  1. huakakakakakk… ngarang sendiri pak? =P

  2. asli lucu pak… saya ketawa beneran nih😀

  3. Bagian terakhir yang bikin saya tertawa dan sadar kalau ini humor. Saya kira tips jadi beken hehehe

  4. Asep ini kenal Pak AZRL nggak ya ??😀

  5. hamka

    wah, asep ya? aku kenal dia… :))

  6. Ah, kalau si Asep yang itu mah, saya juga kenal. Masa Kang Armein baru tahu?

  7. Eko Purwono

    Tulisan ini membuat saya penasaran, menanti-nanti akhir dari cerita dan moral of the story.
    Original, fresh, lucu dan sangat cerdik.

  8. ha3.
    ini sih mirip scene di film Forest Gump pak😀




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: