Meaningful Conversations

Setelah berjumpa kita, orang lain menjadi apa?

Ada percakapan kosong, ada percakapan bermakna. Ada basa-basi, ada you really mean it.

Ada orang-orang tertentu yang menyenangkan saat berjumpa.  Ada orang lain yang hendak kita hindari. Kalau bisa tidak berjumpa.

Mengapa bisa begitu?

Karena percakapan yang terjadi bisa empowering, bisa melemahkan semangat. Bisa menyenangkan, bisa meninggalkan kepahitan.

Percakapan itu seperti jamuan makan. Dan menu utama itu harus lezat, membuat kita ingin datang lagi.

Basa-basi itu memang perlu.  Untuk melancarkan komunikasi.  Seperti appetiser. Kue pembuka. Tapi setelah itu, main course nya harus muncul. Menu utamanya perlu datang.

Bagaimana membuat percakapan yang lezat?

Kita perlu membuat orang tersebut lebih baik. Maksud saya, saat ia berpisah dengan kita, ia sudah menjadi a better personA well informed personA high spirited person. A happier person.

Setelah berjumpa dengan kita, impiannya semakin dekat.  Cita-citanya semakin terkabul. Harapannya semakin terpenuhi. Keinginannya semakin tercapai.

Dengan demikian, percakapan kita dengannya menjadi bermakna. Asik.

Jadi jangan membuang waktu dengan percakapan kosong.  Gali impiannya.  Gali concern nya.  Kemudian pikir, kata-kata apa yang akan membuatnya semakin dekat dengan cita-citanya. Then, say them


  1. Thanks Pak,,, setelah baca Saya jadi teringat lagi kekuatan kata…

    Semoga pembicaraan kita tidak sia-sia…

  2. salam super pak
    ruar biasa

    terengkyu




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: