Cerai SBY-JK

JK kalah oleh benalu-benalu politik Golkar.  SBY tidak berdaya karena Partainya tidak lebih dari sebuah fans club. Maka bercerailah perkawinan ideal itu…

Sejak lama disadari bahwa Indonesia itu beragam. Tidak hanya penduduknya. Tapi juga aspirasi politik. Tidak pernah ada partai yang bisa berhasil mendominasi kursi di parlemen. Ever…

Tapi justru itu.  Politisi Indonesia harus punya kemampuan lebih.  Merangkaikan kebhinekaan.  Mengikat keberagaman menjadi suatu working political force. Merangkai berbagai komponen yang berbeda menjadi sistem politik yang bekerja memajukan bangsa. Mewujudkan pemerintahan berbasis keberagaman.

Hasil pemilu memperlihatkan hal ini.  Tidak ada partai mayoritas. Jadi demi kepentingan bangsa, partai-partai ini harus membentuk pemerintahan pelangi, rainbow, dengan berbagai unsur yang tidak larut.

Terori-teori politik barat tidak bisa digunakan lagi.  Amerika Serikat memiliki prinsip melting pot.  Apapun asal anda, anda harus larut dan menyatu ke dalam Amerika.  Oleh sebab itu mereka bisa mempunyai dua partai besar.  Oleh sebab itu Obama bisa memaksakan kontrak politik bagi wapres dan kabinetnya.

SBY mau memaksakan kontrak ini.  Hal yang bagus dari segi pendidikan  politik, entah mengapa bisa berbelok menjadi isu jumlah cawapres.  Maksud saya, sudah jelas wapres Golkar itu harus JK. Mengapa Partai Demokrat memaksa harus ada lima cawapres? Apa gunanya? Apakah supaya SBY bisa menelikung JK, dan memilih Akbar Tanjung?

Terlihat jelas bahwa pentolan Partai Demokrat itu masih kalah kelas. Masih jauh dari kemampuan membaca politik Indonesia. Merasa menang, padahal cuma punya 20% kursi, masih di bawah PDI-P di 1999 dan Golkar di 2004. Tidak belajar bahwa PDI-P dan Golkar tidak berdaya meskipun mereka pemenang pemilu terdahulu tersebut. Benar kata pengunjung blog ini beberapa waktu lalu.  Partai Demokrat masih kelas SBY Fans Club.

Gap kemampuan antara pentolan PD dengan bossnya, SBY, terlalu jauh.

Situasi sebaliknya malah terjadi di Golkar. JK kalah manuver. Ia dikerjain Surya Paloh dan kawan-kawan. Pentolan Golkar berhasil mengunci JK untuk mencoba sesuatu mission impossible: JK sebagai presiden. Pentolan Golkar pun tahu ini seperti menegakkan benang basah.

Tapi it is worth trying. Pertama, siapa tahu bisa bukan? Sehingga pentolan-pentolan ini merasa sangat berjasa dan bisa sangat powerful.  Cuma alasan kedua yang paling penting: Pentolan Golkar punya ambisi untuk menguasai pilpres 2014. Oleh sebab itu Partai Demokrat harus dilemahkan. SBY pasti menang di 2009, sehingga ia tidak boleh punya pemerintahan yang kuat. Supaya di 2014 Golkar punya chances.

Nah, apa yang harus dilakukan sekarang?

Bagi SBY sudah jelas.  Ini tantangannya untuk mengeluarkan semua kejeniusannya.  Ini kesempatan SBY keluar dari perangkap mediocre. Ia harus keluar dan appeal langsung pada rakyat.  Di pilpres dia harus menang mutlak di putaran pertama, sebagai referendum dukungan rakyat padanya. Kemudian dia meminta rakyat mengawal pertarungannya dengan DPR sepanjang 2009-2014. Dia harus berhasil menempatkan setiap kekalahannya dengan DPR sebagai kekalahan rakyat yang sudah memilihnya. Sehingga di 2014, rakyat muak dengan oposisi, dan mencetak sejarah menempatkan partai SBY sebagai pemenang mutlak lebih dari 50%.

Oh ya jangan lupa untuk segera merombak total Partai Demokrat, untuk siap menjadi pemenang 2014. Jangan lagi diisi oleh orang-orang yang masih hijau. Ajak masuk tokoh-tokoh yang diusir dari PDIP dan PKB misalnya. Ajak masuk orang-orang yang berkomitmen membangun politik Indonesia jangka panjang. Ajak masuk pakar political science. Dan terpenting, temukan basis ideologi yang kuat, yang sesuai dengan jiwa Indonesia abad 21. Belajar memperjuangkan agenda-agenda politik dan legislasi yang meletakkan dasar Indonesia modern.

Dan tentang JK? Saya tidak tahu mau bilang apa.  Sebagai orang berdarah Sulawesi, saya sangat bangga dan kagum akan pencapaiannya. Ada rasa hormat dan takjub melihat JK. Dan saya tidak akan pernah lupa jasa JK di Aceh, Ambon, Poso, merajut kembali bangsa Indonesia. Paling-paling yang saya bisa bilang adalah, kalau Bapak benar-benar ingin menjadi Presiden, ingin memegang kekuasaan nomer satu di republik ini, maka kuasai dulu Golkar. Taklukkan dulu pentolan-pentolan Golkar yang ambisius itu, then we are talking. Kalau tidak, Bapak hanya akan diperlat untuk agenda pentolan-pentolan itu. Then you shouldn’t be in the presidential office.

Ini fase yang menarik dalam perkembangan politik Indonesia. Dan ini adalah opportunity yang luar biasa bagi kemajuan bangsa.  ini kesempatan pembelajaran yang luar biasa. Kalau semua politisi bisa bermanuver, mengejar ambisinya, tapi tetap dalam konteks memajukan politik Indonesia, maka bahagialah kita semua.  Masa depan cerah Indonesia di abad 21 ini sudah terlihat. 2025 kita akan seperti Cina. 2050 kita akan menjadi world power. 2100 kita akan menjadi among most important countries in the world.

Kalau politisi dari segala spektrum pelangi can play their ambitions right…


  1. menarik melihat peta politik beberapa hari ini. siapa tahu saya menjadi cukup berminat mencontreng di pilpres nanti. yang jelas kita musti banyak belajar dari pengalaman mahal ini

  2. Cuma satu kata: Seru!!!
    Jadi semangat mengikuti peta politik…..
    Bisa terus berubah….sampai detik terakhir batas waktu pencalonan Capres dan Cawapres

  3. gara-gara banyak yang mengadu untung dan coba-coba. temperatur politik jadi meningkat. penasaran juga akhirnya akan konvergen ke mana..

    sepertinya semua perasaan terlalu percaya diri harus dikurangi dulu dan kemudian berpikir jauh ke depan supaya bisa konvergen seperti prediksi Pak Armein. entah kedua syarat tersebut bisa atau tidak diterapkan dalam kondisi sekarang..

  4. anugrahkusuma

    Pak, 2014 bukannya SBY udah ga boleh lagi nyalonin presiden ? CMIIW

  5. Menggambarkan sekali pandangan saya tentang JK dan para benalu di Golkar. Thank you, Pak Armein.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: