Library of Congress

Konon suasana politik Indonesia memanas. Karena orang berebut ingin menjadi anggota DPR dan nanti presiden. Saya kagum dengan keyakinan mereka bahwa mereka memiliki kemampuan memimpin 230 juta rakyat Indonesia. Sambil bertanya-tanya, mengapa orang Amerika bisa punya presiden seperti Lincoln, Roosevelt, dan Obama. Menurut saya rahasianya ada di Library of Congress, perpustakaan DPR AS.

Di tahun 1800, Presiden John Adams memerintahkan pendirian perpustakaan ini. Tahun 1802 Presiden Thomas Jefferson menyusun struktur perpustakaan. Ia bahkan menjual koleksi buku-bukunya sebagai koleksi awal dari perpustakaan ini. Hari ini Library of Congress memiliki 32 juta publikasi, dan terbesar di dunia.

Yang paling menarik adalah tujuan John Adams. Library of Congress dimaksudkan untuk membantu anggota DPR melakukan riset dan menjalankan tugasnya menyusun undang-undang. Bayangkan! Perpustakaan terbesar di dunia ini didirikan supaya para anggota DPR bisa melakukan riset dan menghasilkan produk hukum yang hebat-hebat.

Dan itulah yang membuat orang-orang hebat seperti Lincoln, Roosevelt, dan Obama itu bisa muncul.

Mereka menjadi sangat cerdas, karena bisa mengakses puluhan juta dokumen. Karya otak orang. Sejarah. Ide. Referensi.

Lincoln selalu mempelajari dokumen dalam library ini. Ia khusus mempelajari manuskrip Declaration of Independence. Semua pemikirannya diturunkan dari dokumen-dokumen bersejarah itu.

Obama banyak menyerap tulisan-tulisan dari presiden sebelumnya. Ia khusus menyukai biografi tentang Lincoln. Dan ia memodelkan inner-working pemerintahannya dengan model Lincoln, misalnya dalam membentuk the team of rivals.

Politisi lawan Obama sangat terkesiap melihatnya. Mereka memujinya sebagai politisi yang sangat berbakat, sangat berpengetahuan, sangat berkemampuan. Padahal dia masih hijau. Dia masih kurang berpengalaman. Usia masih muda.

Dari mana dia memperoleh semua itu?

Menurut saya jelas: dengan menyerap ilmu yang ada di dalam Library of Congress. Dengan menghayati tulisan-tulisan yang ada di sana. Dengan berempati pada presiden-presiden pendahulunya melalui biografi tentang mereka.

Jadi bagaimana Obama bisa mengalahkan politisi berpengalaman sekelas Hillary Clinton dan John McCain? Dengan menyerap kemampuan pendahulunya melalui buku Library of Congress. Bagaimana anak muda Obama bisa memecahkan masalah yang berat-berat saat ini? Ya itu dengan melakukan riset di Library of Congress, mencari situasi yang serupa di masa lalu, dan mempelajari bagaimana presiden-presiden saat itu bertindak.

Kembali ke caleg-caleg dan capres-capres kita. Bagaimana nanti mereka akan memimpin bangsa ini. ? Apa sumber kekuatan mereka? Apa sumber inspirasi mereka? Dari mana pengetahuan mereka?

Kita tidak punya Perpustakaan DPR. Perpustakaan Nasional kita tidak berfungsi. Arsip Nasional kurang diminati. Nasib perpustakaan di mana-mana, termasuk di universitas, cukup menyedihkan.

Berarti pemimpin kita itu nanti akan penuh improvisasi. Sekenanya. Comon senses saja. Trial and error and error and error.

Bangsa Amerika sudah mulai mendidirkan perpustakaan nasionalnya di tahun 1800. Meskipun kita sudah tertinggal 209 tahun, kita wajib memulainya. Kita harus memiliki pusat dari semua buku dan tulisan elektronik yang pernah dibuat di Indonesia dan tentu di luar negeri.

Dan perpustakaan ini dimaksudkan terutama bagi mereka yang menjadi pemimpin di negeri ini. Untuk para caleg dan capres. Seperti the Library of Congress itu.


  1. Dokumentasi, archiving, maintenance … saya kira itu beberapa kelemahan besar kita … Banyak daerah konsesi migas/geotermal yg ditawarkan lalu begitu mau dikelola sering harus survey / akuisisi data dari awal karena preliminary / reconnaissance data sudah nggak ada lagi …

  2. Sedihnya, semakin banyak orang yang “merasa bisa”…tapi “tidak bisa merasa”.

  3. sebagai mahasiswa mulai mengisi kartu praktikum sampai stempelnya penuh deh..
    hehehehe

  4. merasa pede cuman udah bisa akses google aja kali ya para caleg itu😀

  5. Sangat menyedihkan. Di satu sisi, kelembagaan perpustakaan dan arsip di negara Indonesia tercinta ini, masih sebatas formalitas dengan tenaga pengelola yang jauh dari memadai. Di sisi lain perhatian masyarakat dan pemerintah terhadap perpustakaan dan arsip masih sangat minim. Memang, kalau membanding-bandingkan dengan negara lain, kita ini bukan apa-apa, dan sangat jauh tertinggal. Indonesia baru memiliki Perpustakaan Nasional pada tahun 1980; Undang-Undang Wajib Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, tahun 1990; Undang-Undang Tentang Perpustakaan, tahun 2007. Jangan heran, kalau saat ini masih ada kabupaten/kota yang belum memiliki perpustakaan umum. Jangan heran, kalau ruang perpustakaan di lembaga pendidikan beralih fungsi jadi gudang atau ruang kelas. Jangan heran kalau ada pegawai bermasalah, lalu ditempatkan di perpustakaan. Dan jangan heran kalau banyak petinggi kita bercuap-cuap tentang peningkatan SDM, tetapi tidak pernah memperhatikan perpustakaan, karena mereka sendiri bukan pembaca yang baik, dan bukan pembelajar yang baik.

  6. oke. salam kenal … semoga perpustakaan-perpustakaan indonesia segera menjadi perpustakaan kelas dunia, amin….

    • staf ahli dpr

      perpustakaan DPR ada mas, tetapi jarang ada anggota yang pinjam. serta koleksinya atas hibah semua…




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: