Buta dan Tuli

Kata orang, perkawinan baru ideal kalau istri buta dan suami tuli. Hehe, saya tersenyum saat mendengarnya. Tapi dipikir-pikir lagi, betul juga tuh?

Konon selalu ada saja bahan omelan istri. Karena selalu saja ada yang terlihat kurang pada suami, ya? Suami tidak rapi lah, jorok. Taruh gelas sembarangan. Tidak membereskan tempat tidur. Koran di ruang tamu berantakan. Suami jadi pusing mendengar omelan rutin tiap hari itu.

Jadi katanya suami istri bisa akur kalau istri buta, nggak bisa lihat mana yang berantakan, dan suami tuli, tidak bisa mendengar omelan istri. Hehe.

Sebenarnya saya pikir lagi betul juga. Kita perlu menjadi buta dan tuli. Tapi haruslah buta-tuli yang disengaja.

Istri buta dalam melihat kekurangan suami. Yang terlihat cuma bagusnya.

Sebaliknya suami tuli, kebal mendengar omelan istri. Yang terdengar selalu pujiannya.

Jadi sebenarnya ada untungnya menjadi buta dan tuli, ya? Asal selektif. Yang buruk tidak lolos ke perasaan kita, yang asik-asik boleh …:-)


  1. Wah saya sudah menulikan diri…. eh istri malah mau minggat. Bete dicuekin hahahahaha.

  2. Hahaha….kata suami, kalau dia rapih dan semua barang ditaruh ditempatnya, dia kasihan…karena saya tak punya kesempatan untuk mengomel….

  3. gandhim

    Nice tip pak, buat masa depan🙂

  4. Buta dan tuli kepada sifat2 buruk tentu harus di terapkan , namun bukan berarti kita menutup diri dari yang buruk itu. karena paling tidak nantinya akan muncul hikmah dari yang buruk itu. minimal membuat kita berfikir.

    Menutup kuping untuk keluhan pasangan hidup kita nampaknya nggak bagus juga…
    Yang seimbang saja…saat dibutuhkan untuk koreksi kita ada. saat dibutuhkan untuk mendnegar keluhan juga harus siap. karena tidak setiap keluhan dan koreksi itu jelek. begitu kira2…salam kenal mas.

  1. 1 Hubungan yang saling menghormati «

    […] yang saling menghormati Membaca tulisan pak Armein Z.R. Langi, membuat saya teringat pada percakapan beberapa hari yang lalu. Saat sedang mengajar, pada istirahat […]

  2. 2 Planet IPB | Hubungan yang saling menghormati

    […] by edratna Category Keluarga & sharing experience Membaca tulisan pak Armein Z.R. Langi, membuat saya teringat pada percakapan beberapa hari yang lalu. Saat sedang mengajar, pada istirahat […]




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: