Antara Objectives dengan Constraints

Anda tahu beda antara objectives dengan constraints?  Bagi anda yang belajar ilmu optimasi, ini hal yang lumrah.  Tapi saya pikir ini penting sekali dimengerti semua orang.

Dalam ilmu optimasi kita diperhadapkan dengan masalah bagaimana mencapai hasil maksimal dalam keterbatasan berbagai faktor yang saling bertolak belakang. Misalnya anda ingin jalan-jalan ke luar negeri, tapi uang anda tidak melimpah.  Dan anda bisa menggunakan uang itu untuk membeli mobil impian anda. Apa yang anda putuskan?

Ina dan saya sering tertawa lucu, menertawakan diri sendiri, karena pernah mengalami masalah seperti ini.

Beberapa tahun lalu Ina dan saya bercita-cita untuk berlibur ke Bali.  Semangat sekali.  Segera kami menyusun rencana. Menset tanggal.  Dan mencari hotel dan jadwal pesawat. Tapi ketika anggaran dihitung wah lumayan besar.  Kami punya uangnya, tapi karena merasa harus kerja keras menabungnya, ada perasaan sayang juga dihabiskan sebanyak itu.

Akhirnya kami geser, liburan ke Jogja.  Di hitung-hitung masih lumayan mahal. Mungkin lebih baik ke Pulau Seribu.  Bisa lihat laut.  Memang sudah lebih murah. Tapi lebih murah lagi kalau ke Putri Duyung, Ancol. Kan sama saja lautnya.  Dan bisa ke waterpark Ancol sekalian.  OK kita siap-siap.

Tapi kalau cuma ke waterpark Ancol, dengar-dengar di Cikarang juga ada. Waterboom.  Dan ini asik juga.  Dan dekat rumah.  Naik mobil paling sejaman.  Jadi tidak usah nginap.  Bolak-balik saja.  Subuh berangkat dan malam pulang.  Dan bisa makan di sana juga.  Dengar-dengar ada Mall atau Cafe di dekat situ. Wah kita jadi senang nih bisa hemat banyak.

Cuma kan dipikir-pikir lagi soal Cafe jelas masih top punya Bandung. Bandung itukan kota Cafe.  Dan dengar-dengar banyak yang bagus yang kita belum coba.  Daripada capek-capek nyetir ke Cikarang, kenapa tidak nyoba dulu Cafe di Bandung.  Dan di Jalan Riau itu kan ada Cafe Bali?  Ada menu Barat seperti Steaks dan ada menu lokal seperti Sate. Ke sana aja dulu.

Hehehe.  Rencana mau berlibur ke Bali, berubah terus akhirnya cuma ke Cafe Bali di jalan Riau. Kami tertawa lucu. Tapi sudah mantap, kali ini tidak berubah ya.

Ehh, dan tahu nggak, kita akhirnya tidak ke Cafe Bali.  Dalam perjalanan menuju Cafe Bali kita belok ke perempatan Riau-Anggrek, karena di situ ada tukang Sate di pinggir jalan.  Kita bisa duduk di mobil dan pesan. Dan we actually did exactly that. Duduk di dalam mobil sambil makan sate yang dibawa mang sate.  So much for Bali trip

Apa sebenarnya yang terjadi?  Kami mencampur adukkan antara obyektif dengan contrains.  Antara tujuan dengan batasan.  Tujuannya menikmati suasana baru, menikmati kehidupan.  Batasannya adalah anggaran. Tapi dalam pelaksanaannya anggaran berubah menjadi tujuan dan suasana baru menjadi batasan.

Maksudnya, tadinya: kita mau cari kualitas tempat yang paling enak dengan batas anggaran tertentu. Akhirnya berubah: kita cari tempat yang paling murah dengan batas kualitas tempat yang bisa acceptable.

Yang kita capai adalah penghematan anggaran bukan menikmati kehidupan di tempat yang asik.  Kalau kita keliling kota naik taksi, yang kita lihat nanti bukan pemandangan di jendela, tapi argometer.

Good news nya, kami menyadari bahwa sebenarnya diperlukan inovasi, diperlukan kreativitas untuk mencari titik optimal, memenuhi tujuan-tujuan yang saling berkonflik itu.

Dan suatu hari saya diminta hadir berbicara pada sebuah workshop di Bali.  Dan saya akan diberikan kamar hotel sendiri dan dibayari tiket pesawat.  Dan mendapat uang saku pula. Nah uang saku itu saya belikan tiket untuk Ina. Kami nyetir ke Bandara, dan menyimpan mobil di penampungan parkir Bandara, dan terbang ke Bali. Dan kami menghabiskan dua malam di sana, dan menikmati semua yang diimpikan dulu itu. It was a great vacation.

Saya kira hidup kita dipenuhi berbagai kepentingan dan tujuan yang saling bertolak belakang.  Kita harus bisa menempatkan kepentingan itu apakah sebagai objectives atau constraints. Kemudian secara kreatif kita membuatnya optimal.


  1. gandhim

    Aplikasi pemrograman linear dalam kehidupan seperti ini yang tidak saya dapat dalam kuliah dulu🙂

    Terima kasih pak Armein.

  2. baca ceritanya lucu juga yah apakah itu kenyataan dalam hidup anda atau merupakan pengambaran saja untuk menjelaskan objectives dengan constraints🙂

  3. Suatu hari istri saya bilang pgn jalan2 ke jakarta. Tp krn biaya dan waktu,jalan2 ke jkt itu jg tak akan cpt kesampaian. Eh,bbrp hari kemudian sy dpt undangan utk ngisi acara di Metro Tv. Dpt tiket pesawat dan nginap di hotel bagus.sy hanya perlu beli 1 tiket lg. Jadilah kita jalan2 2 hari di jkt.

  4. Tapi yang penting senang kan pak?
    Keadaan tsb juga sering terjadi pada kami, ujung2nya nggak kemana-mana




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: