Mendulang Pasir dan Mendulang Emas

Dalam kehidupan ini, anda pendulang pasir atau pendulang emas? Apakah anda sensitif melihat kekurangan orang ditengah-tengah kelebihannya? Atau melihat kelebihan di tengah-tengah kekurangannya?

Pendulang emas bekerja di sungai atau di daerah pertambangan. Mereka mengambil tanah dan pasir, mengayaknya, menyaringnya, untuk mencari butiran emas. Setiap hari tanpa kenal lelah. Dan senang sekali saat ada butiran emas ditemukan di antara kerumunan pasir. Emas itu dibersihkan dengan sukacita, dan disimpan hati-hati sebagai miliknya yang paling berharga.

Pendulang emas melihat butir-butir berharga dan mulia di tengah-tengah begitu banyak pasir dan tanah.

Sayangnya dalam hidup ini kita malah terbalik. Kita mendapat begitu banyak berkat, begitu banyak kebaikan. Tapi mata kita terlalu sensitif melihat kekurangannya.

Beberapa minggu lalu saat makan siang, seorang kolega saya tiba-tiba nyeletuk, “Mobil bapak kenapa? Saya lihat lecet di bemper kiri depan?” Wah terus terang saya tidak pernah begitu memperhatikan hal itu. Di mata saya mobil saya itu bagus sekali, berguna sekali, dan selama itu setia jarang mogok. Larinya kencang, tenaganya kuat. Namanya juga mobil yang dipakai tiap hari selama tujuh tahun, pastilah ada serempet sana serempet sini. Tapi lecet itu tidak pernah kelihatan, karena saya terlalu terfokus pada kelebihannya. Kolega saya itu malah noticed cacatnya, hehe.

Kita jadi pendulang pasir. Emasnya tidak kita cari, yang kita cari itu pasirnya. Di tengah-tengah hal yang bagus, kitca cari cacatnya.

Dalam berteman, dalam bersahabat, dalam membangun relasi dengan orang lain, apakah kita mencari emasnya atau pasirnya? Apakah semua kekurangannya, cerewetnya, pikaseubeuleun nya itu kita anggap biasa, dan kita terkesan dengan kebaikannya? Atau semua kebaikan dan kelebihannya terasa biasa, dan kekurangannya menjadi menarik perhatian kita?

Tidak hanya relasi. Dalam kehidupan sehari-hari, keadaan sekitar kita, keadaan tempat kerja kita, keadaan di rumah kita, juga tidak luput dari hal yang sama. Apakah kita mengeluh terus karena ditemukan banyak kekurangan di tengah-tengah kebaikan? Atau kita bersyukur terus karena kita menemukan banyak kebaikan di tengah-tengah kekurangan?

Memang pasir juga berguna. Asik juga menggosipi kekurangan orang bukan? Sambil kita sikat ramai-ramai. Betapa sialnya kita mengenalnya. Padahal jauh di lubuk hati kita kita tahu kita sedang membantai kekurangan yang sama yang ada pada diri kita. Cuma kita selubungi dan memproyeksikannya pada orang lain.

Sebenarnya jauh lebih asik membicarakan kebaikan orang. Kebaikan teman bicara kita. Kelebihannya. Keisitimewaannya. Apa yang membuat anda senang berada di dekatnya. Emasnya. Betapa mujurnya kita sudah mengenalnya.

Ya memang pasir juga berharga. Tapi emas jauh lebih berharga ketimbang pasir. Satu gram emas bisa mencapai seratus ribu rupiah. Untuk uang yang sama kita bisa mendapatkan pasir Garut satu colt.

Mari kita jangan membiasakan diri senang mencari pasir di antara emas. Lebih baik mencari emas di antara pasir. Dengan tekun berusaha mencari kebaikan dari seseorang. Dan saat kita mendapatkannya, dengan sukacita kita membersihkannya, dan menyimpannya dalam lubuk hati kita sebagai milik yang paling berharga.

Karena di sungai kehidupan ini, kita pendulang emas, bukan pendulang pasir.


  1. benar pak. mencari-cari kecacatan hanya menjauhkan dari syukur
    saya bersyukur juga menemukan emas kecil (blog ini) di tengah lautan pasir (internet)
    hehehe

  2. mmm, cerdas sekali analoginya.
    menjauhkan diri kita dari rasa khawatir.

    sama seperti pacaran, fokus kepada orang yang godain pacar kita, atau fokus pada hubungan kita?

    haha… (analogi yang kurang cerdas sepertinya)

    ~thx pak.

  3. panggil aja Rudi

    Tulisan bagus . . . . .

  1. 1 Tips Bedakan Gosip atau Fakta | arikuncoro.com

    […] berita positif itu hanya sebagian kecil dari seluruh berita infoteinment. Ada benarnya juga tulisan Pak Armein tentang kesukaan banyak orang melihat yang negatif, dibandingkan yang […]




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: