Hasil Pemilu

Hasil pemilu baru bisa diumumkan bulan depan. Tapi hasilnya sudah kelihatan. Bakal ada tiga partai papan atas sekarang: Partai Demokrat menjadi pemenang dengan merebut lebih dari 20% suara, Partai Golkar dan PDIP nyaris seimbang masing-masing di sekitar lebih dari 14%. Kombinasi ketiga partai ini akan mendominasi lebih dari 50% kursi di DPR mendatang.

Pemilu kali ini berlangsung relatif tertib. Semoga aman dan lancar, termasuk pada penghitungan suara resmi nanti. Pada akhirnya suara itu harus dikonversi menjadi kursi di DPR. Pemilu baru sukses saat anggota DPR yang baru bisa dilantik tanpa banyak keributan.

Sebenarnya soal demokrasi, negara kita ini lumayan matang. Padahal baru berusia 10 tahun. Coba bandingkan misalnya dengan Pakistan, Thailand, dan India. Demokrasi di Pakistan diwarnai dengan bom dan pertikaian pemimpin nasional. Demokrasi di Thailand diganggu oleh campur tangan Raja, militer, dan demonstrasi raksasa. Demokrasi di India sering diwarnai pertikaian etnis dan agama.

Seburuk-buruknya demokrasi, cara ini masih yang termurah dalam melakukan penggantian kepemimpinan secara damai. Orang boleh berebut ingin memimpin. Orang boleh merasa paling mampu memimpin. Tapi pada akhirnya kekuasaan itu dianugerahkan oleh rakyat, melalui pemilu.

Kembali ke hasil pemilu, saya cukup gembira melihat proses politik di Indonesia yang semakin memperlihatkan kemajuannya. Kemenangan tiga partai ini memperlihatkan semakin kokohnya pilar politik partai besar. Ini penting karena negara sebesar Indonesia perlu sistem partai politik yang kokoh. Di sana para pemimpin, para tokoh politik, para calon pelayan publik diorganisasikan.

PDIP dan Golkar sudah membuktikan diri sebagai partai yang menstabilkan negara kita. Suka atau tidak suka, kedua partai ini patut mendapat apresiasi dalam hal melakukan tugas politik. Mereka adalah pemenang pemilu 1999 dan 2004. Mereka memiliki ideologi yang kokoh, serta memiliki mesin politik yang terbina baik. Dalam keadaan terjepit dan sulit, kedua partai ini memilih untuk menjaga kepentingan nasional. Tidak memobilisasi mesinnya untuk hal-hal yang destruktif, sebagaimana kita lihat terus menerus di Thailand. Ini harus dihargai.

Partai Demokrat masih harus membuktikan diri bahwa ia bukan partai yang karbitan, yang menang hanya karena ketokohan SBY. Ia harus membuktikan diri sebagai partai dengan sumbangan legislasi yang substansif. Bukan partai untuk kendaraan politik SBY atau partai penjaga citra. Tapi partai yang meletakkan fundasi bagi Indonesia yang baru. Partai yang inovatif dan membawa inspirasi bagi bangsa untuk menghadapi situasi dunia dan ekonomi yang baru.

Kemenangan Partai Demokrat adalah mandat bagi partai ini untuk datang dengan ide-ide baru. Kekalahan PDIP dan Partai Golkar adalah judgment rakyat bahwa ide-ide dari kedua partai ini sudah tidak lagi segar dan kurang membawa harapan.

Menarik juga melihat pertarungan di papan tengah. Ada enam partai papan tengah sekarang. PKS jelas memimpin di sana dengan 7%-8%. Lima partai lain berhasil merebut suara di atas 3%, yakni wajah lama PPP, PAN, PKB dan wajah baru Gerindra dan Hanura. Keenam partai papan tengah ini bisa menguasai 35% suara. Mereka akan memainkan peran kunci yang mengatur keseimbangan dan dinamika DPR, mengingat Partai Demokrat belum tentu kompak dengan PDIP dan Golkar.

Sisanya adalah partai-partai kecil, papan bawah. Saya usul mereka semua bergabung membentuk suatu blok, semacam Barisan Nasional di Malaysia atau LDP di Jepang, sehingga suara mereka tidak sia-sia. BN dan LDP terdiri dari faksi-faksi, dan mereka mengembangkan mekanisme internal untuk mengatur pembagian kursi dan kekuasaan.

Pemilu kali ini juga menyertakan parpol lokal, parpol daerah, terutama di Aceh. Saya pikir momen ini perlu digunakan untuk mendegradasi semua partai baru dan partai nol-koma menjadi partai lokal. Buktikan dulu mereka dapat suara tingi di tingkat lokal baru boleh ikut pemilu nasional. Kalau itu di jalankan, kita paling-paling punya 9 partai nasional, sehingga semua jadi lebih ringan.


  1. wah, ide yang terakhir oke jug atuh pak. Semoga lama-lama partai2 kecil capek buat partai. Dan berkolaborasi jd seperti BN di malaysia, atau mencoba berdamai dengan partai besar.
    JAdi rakyat nya cukup terganggu pak, sedikit bingung. TEtapi yang lebih parah sih, gak efisien. KErtas suara jadi mahal banget.
    Denger2 pemilu Indonesia termasuk mahal dalam penyelenggaraannya.

  2. Mudah-mudahan demokrasi kita tidak hanya sekedar prosedural atau transaksional tapi juga substansial dan transformasional …

  3. rizki

    Kabar gembiranya lagi Pak,
    Strategi artis2 terbukti tidak mampu mendongkrak perolehan suara.

  4. iscab

    Yang buruk dari Pemilu 2009 adalah KPU-nya.

    Dari masalah DPT hingga masalah IT.

    http://iscab.wordpress.com/2009/04/11/tulisanku-tentang-pemilu-2009-di-milis-iscab/

  5. Saya tidak pernah melihat sosok yang sama atau lebih dari sosok SBY di Partai Demokrat. Hal yang paling ditakutkan adalah bila SBY sudah tidak mencalonkan diri, apakah Demokrat dapat bertahan. Partai Demokrat seolah olah bekerja sebagai SBY Fans Club. Semoga apa yang saya pikirkan salah.

  6. mutchie_uzumaky

    siiiip,,,,,,,,,,,memang seharusnya jangan terlalu banyak partai,yang mengakibatkan suara masyarakat tidak jelas dan terpisah-pisah,,,mau partainya segudang juga pasti visi misinya sama tho,,,,,,,,malah smakin terlihat senakin maruknya warga indonesia ini terhadap kekuasaam

  7. yg paling PeNtInG siapapun yang ntar berhasil NangkRinG di kursi DPR/DPRD jangan hanya menjadi “SEMUT” yang berebut “GULA” tapi jadilah “LEBAH” pekerja yang giat membangun “SARANG”

  8. ADHY

    KENAPA PEMILU MESTI MENCIPTAKAN ORANG-ORANG YANG GILA KEKUASAAN? LIHAT SAJA, SANA-SISNI BANYAK SUDAH CALEG YG MASUK RUMAH SAKIT JIWA, DAN TIDAK SEDIKIT PULA MEMINTA KEMBALI BARANG-BARANG YANG DIBERIKAN KEPADA PEMILIH SEBELUM PENCONTRENGAN NAMUN TIDAK TERPILIH. INIKAN GILA NAMANYA………




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: