Buku dan Referensi

Salah satu kebiasaan saya yang memakan korban adalah membaca buku. Selain korban waktu, mata saya pun jadi minus tiga.  Tapi ini kebiasaan yang sangat bermanfaat bagi hidup saya.  Karena ia memberikan referensi baru.

Referensi itu sangat penting.  Anda tahu anda itu pintar dari mana?  Anda tahu anda itu baik dari mana?  Biasanya dari pengalaman.  Dari hasil ujian dulu.  Dari ucapan orang kemarin.  Semua itu adalah referensi.  Referensi untuk membuktikan siapa anda dan apa yang anda mampu lakukan.

Jadi referensi itu sangat penting.

Cuma pengalaman orang sebenarnya sangat terbatas.  Rugi sekali kalau anda mau membangun referensi hanya berdasarkan pengalaman.

Saya menyarankan anda mengembangkan referensi juga melalui imajinasi. Melalui empati.  Melalui daya khayal.  Dengan demikian referensi anda menjadi jauh lebih luas.

Misalnya, dengan menonton film science fiction atau film petualangan, anda jadi tahu apa yang kita mampu lakukan. Dan itu menjadi referensi kita.

Nah, dari sekian banyak sumber referensi, buku itu masih belum tertandingi.  Buku, baik fiksi maupun  non fiksi, berisikan begitu banyak referensi.  Begitu banyak aksi, pikiran, dan perasaan yang bisa kita jadikan acuan.  Kita bisa berempati dengan tokoh dalam buku itu, kemudian kita menghayati jalan pikirannya, dan voila anda punya referensi baru.

Persis seperti anda mengupload atau menginstall software baru ke komputer anda.

Tidak heran, saya menghabiskan uang jutaan untuk membeli buku.

Terkadang saya menyesali mata saya yang sudah minus tiga ini.  Jadi saya tidak bisa mengenali wajah orang yang berdiri lebih dari 2 meter.  Tapi biarlah.  Saya pakai kacamata saja.  Yang penting saya masih bisa membaca.

Jadi setiap saya ke airport saya tidak lupa browsing buku-buku di toko buku dekat ruang tunggu. Mau saya serap referensi-referensinya. They make me grow much faster.


  1. Sepakat pak!
    Saya juga punya kepercayaan yang sama. Hanya saja saya masih acak dalam membaca buku. JAdi pikirannya belum terkonstruk, atau punya aliran pemikiran tertentu. MAsih ikut2an pemikiran2 populer saja.
    Ayo membaca!
    oia pak, Blog bapak juga bisa jadi referensi yang bagus!

  2. berarti kalo ktemu di kampus, saya sapa bapak pas uda berhadapan aja ya pak.. hehehehe =P




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: