Nyetir Sampai Tujuan

Fokus itu ibarat nyetir mobil.  Mata kita harus terus tertuju ke depan, meskipun banyak hal yang bagus untuk di lihat di samping jalan.

Kekuatan kita yang sebenarnya baru muncul saat kita fokus. Fokus berarti menyatukan effort dan perhatian pada satu titik.

Ini sangat powerful.  Sinar laser adalah sinar dengan panjang gelombang yang sama dan tersinkronisasi, sehingga ia bisa mencapai jarak yang sangat jauh. Kaca pembesar bisa memfokuskan cahaya matahari sehingga rumput, kayu atau kertas bisa terbakar. Saat kita butuh menyalakan kayu, kita bisa memfokuskan sinar matahari ke situ dengan kaca pembesar.

Jadi saat kita bekerja fokus, pikiran kita dipusatkan pada kerjaan kita.  Dan seperti kaca pembesar tadi, pikiran kita kemudian mampu “membakar” kayu masalah, kayu persoalan yang kita hadapi.

Saat pekerjaan menumpuk, orang sering kewalahan.  Tidak bisa fokus.  Terlalu banyak distraksi.  Akhirnya kita tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaik kita.  Kita tidak bisa membakar kayu tugas, satu per satu.

Kita perlu belajar “nyetir”.

Saat kita mengemudikan mobil, kita perlu memusatkan pandangan ke depan. Terkadang memang kita masih menoleh kiri atau kanan.  Melihat pemandangan yang menarik.  Tapi itu cuma sementara.  Fokus utama kita ke depan.

Kalaupun kita menengok ke samping atau ke belakang, lebih melalui kaca spion. Tidak langsung.  Hanya refleksi.  Itupun dalam rangka supaya kita bisa maju lebih lancar, bukan karena ingin menikmati pemandangan di kaca spion. Selebihnya terus melihat langsung ke depan.

Dan semakin kencang mobil kita lari, semakin fokus pandangan kita ke depan.

Apalagi dalam keadaan darurat.  Misalnya ada kecelakaan.  Atau kita tergelincir. Mau menabrak tembok atau mobil di depan.  Mata kita ke mana? Ya betul, ke celah yang bisa kita lewati. Mata kita bukan ke tembok itu atau ke mobil itu tapi ke ruang kosong, ke tempat yang bisa kita menghindar, ke jalan keluarnya.

Nah demikian dengan fokus dalam kerja. Kalau kita mengalami kesulitan fokus dan terlalu banyak distraksi, coba bayangkan, visualisasi, bahwa kita sedang menyetir. Anggap kita sedang memegang kemudi. Dan  kita sedang menuju tujuan tertentu.

Nah mungkin banyak distraksi yang datang. Kita lihat itu lewat kaca spion refleksi.  Kita lihat itu dalam kaitannya dengan tujuan kita.  Dalam relevansinya dengan tujuan kita. Paling-paling kita klakson saja bukan? Mata kita tetap ke depan, ke tujuan kita. Dan kita tancap gas, supaya pekerjaan cepat selesai.

Jadi kalau kita suka kurang fokus, banyak gangguan, maka sudah waktunya kita naik ke ruang kemudi, kenakan ikat pinggang, dan tancap gas…

Happy driving


  1. Iya nih Pak, saya merasa kurang bisa fokus … terlalu banyak “distraction” dan “attraction” … hehehe🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: