Puddle

Kalau hujan datang orang pada ngomel di jalan, “Becek… susah…”.  Kita berjalan sambil berusaha menghindar genangan air. Sudah lupa ya, dulu waktu kecil, senang sekali melihat genangan air.  Kita sengaja mencemplungkan kaki di situ, supaya air menciprat ke mana-mana, sambil tertawa senang.  Kok sekarang jadi ngomel ya…?

Salah satu kenangan yang paling mengesankan masa kecil itu saat main bola hujan-hujanan. Atau bersepeda sambil melintas di jalanan becek. Puddle. Kalau nggak becek, nggak asik. Jarang ada soalnya. Paling ibu kita jerit-jerit lihat kita pulang dengan baju penuh lumpur.

Sekarang kita ngomel lihat becek.  Lihat genangan air. Berjalan menghindar sambil takut sepatu basah. We lost the fun…

Saya pikir hidup kita juga bisa mengalami banyak “becek”, puddle.  Saat-saat dimana kita kecemplung dalam genangan masalah, genangan problem, genangan kesulitan hidup. 

Ah, ingatlah senangnya hati saat kita mengentakkan kaki ke genangan itu. Kita tertawa sampai mata tertutup gelak.  Itu adalah puddle.  Tidak selalu ada.

Jadi kalau hari ini kita terkena cipratan kotornya hidup ini, pahitnya hidup ini, ingat puddle masa kecil. Splash it with laughter


  1. Trims untuk posting-nya…
    Rasanya, saya sedang kecemplung …🙂

  2. Perlu dicoba lagi nih, having fun with puddle (bahasa sundanya “jibreg” ?) …🙂

  3. parmis

    sama dengan jibreg jenung RANCU2T PAK

  4. parmis

    betul pak ada satu lagi bahaha sundana RANCUCUT

  5. wah, bener juga pak…🙂 semoga hidup kita lebih bahagia dengan persepsi kita yang selalu melihat hidup adalah kebahagiaan,,,




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: